Polres Gelar Pasukan Operasi Ketupat Matoa 2015

NABIRE - Bertempat di lapangan Apel Mapolres Nabire, Kamis (9/7 pukul 09.00 WIT, Kepolisian Resor Nabire menggelar upacara apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Matoa 2015 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

Upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Matoa 2015, bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Nabire, AKBP. Halasan Roland Situmeang, S.Ik.,MH dengan komandan upacara, IPDA. H. Maing Raini. Turut hadir dalam upacara pengamanan Idul Fitri 1436 H itu, Wakapolres Nabire, Kompol. Irwan Sunuddin, S.Ik., Kabag Ops Polres Nabire, Kompol. I Nyoman Putra Sandita, SH.,S.Ik, para Kasat serta perwira dan brigadir di jajaran Polres Nabire.  
Dalam amanat Kapolri, Jenderal Polisi. Drs. Badrodin Haiti yang dibacakan oleh Kapolres Nabire mengatakan, Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2015 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1436 H, diselenggarakan secara serentak di seluruh Polda untuk mengecek kesiapan akhir pengamanan lebaran, terutama terkait dengan kekuatan personel, kelengkapan peralatan, sarana prasarana dan kesiapan institusi lain yang terlibat, sebelum melaksanakan tugas di lapangan.
Kata Kapolri, melalui apel pengecekan ini diharapkan rencana operasi yang telah dipersiapkan dengan matang dan cermat, dapat dilaksanakan secara baik dan mampu mendorong sinergitas seluruh stakeholder sehingga, penyelenggaraan ‘Operasi Ketupat – 2015’ dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1436 H dapat berjalan dengan sukses.
“Kita semua berharap masyarakat di seluruh penjuru tanah air dapat merayakan hari raya Idul Fitri secara aman, nyaman, tertib dan penuh khidmat. Perayaan hari raya idul fitri atau yang lazim disebut lebaran bagi masyarakat Indonesia mempunyai karakteristik yang khas, karena bukan hanya sebagai momentum perayaan keagamaan tetapi sudah berkembang menjadi bagian tradisi atau budaya, sehingga datangnya lebaran setiap tahunnya selalu disertai dengan peningkatan aktivitas masyarakat melaksanakan mudik ke kampung halaman untuk melakukan kegiatan silahturahim dengan sanak saudara,” ungkap Kapolri.
Menurut Kapolri, aktivitas masyarakat yang meningkat tersebut, tentu mempunyai implikasi terhadap arus pergerakan orang dan barang, mobilitas transportasi serta transaksi perekonomian di seluruh penjuru tanah air, baik pada waktu menjelang, pada saat maupun setelah hari raya idul fitri.
Dimana, peningkatan aktivitas masyarakat dan pergerakan perpindahan orang dan barang, dalam menyambut perayaan idul fitri akan menjadi gangguan Kamtibmas apabila tidak kita kelola dengan baik. Beberapa aktivitas masyarakat yang perlu kita perhatikan adalah pelaksanaan ibadah puasa, takbiran, Sholat Ied, kegiatan transaksi belanja, mudik, rekreasi atau wisata serta kegiatan distribusi bahan pokok masyarakat dan BBM. Sedangkan permasalahan Kamseltibcar lantas yang harus kita atasi karena adanya peningkatan volume arus lalu lintas kendaraan dan barang yaitu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. (cad)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2