GPI Jema’at Nabire Gelar Panel Diskusi

NABIRE - Gereja Protestan Indonesia (GPI) Jema’at Jayapura Nabire menggelar panel diskusi selama tiga hari mulai Minggu - Rabu, 20 - 23 Juli 2015 bertempat di Gereja GPI Jema’at Nabire.
Panel Diskusi itu menghadirkan 3 orang narasumber, masing-masig Pdt. Leonard Benaino dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, John Rongalaha, SH.,M.Hum Dosen Fakultas Hukum Universitas Cenderawsih Jayapura dan Ais Reawaruw aktivis HIV.

Ketiga narasumber itu mengetengahkan materi masing-masing Pdt. Leonard Benaino menyampaikan materi strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) GPI Papua, John Rongalaha,SH.,M.Hum memberikan materi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Ais Reawaruw menyampaikan materi HIV/AIDS, probelematikanya dalam kehidupan manusia.
Dikatakan Ketua Komisi Pelayanan (Kompel) GPI, David Taberina, kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan wisata rohani yang didalamnya dilaksanakan program bersama. Program-program yang dilaksanakan itu merupakan program yang diputuskan bersama dalam rapat komisi pelayanan GPI Jema’at Jayapura Nabire pada bulan Januari lalu.
Proram-program itu berupa ibadah Kompel, kunjungan ke panti-panti sosial, ibadah pantai dan panel diskusi. Terkait panel diskusi, dilaksanakan selama dua hari (21-22 Juli). Wisata rohani itu dimaksudkan untuk melihat perkembangan generasi muda dalam jajaran GPI, bagaimana generasi tumbuh dan berkembang.
Dalam panel diskusi disajikan materi utama yang disampaikan oleh Leonard Benaino yakni strategi pengembangan SDM GPI Papua, dengan materi pendamping KDRT yang disampaikan oleh John Rongalaha dan HIV/AIDS, problematikanya dalam kehidupan manusia yang disampaikan oleh Ais Reawaruw aktivis HIV.
Materi ini diambil karena bagaimana generasi tumbuh berkembang secara baik, terhindar dari penyakit berbahaya utamanya HIV/AIDS dan bagaimana menghindari KDRT. Sementara itu dalam penyampaian materinya, strategi pengembangan SDM GPI Papua, Leonard Benaino menerangkan seputar dunia pendidikan, tentang jalur pendidikan (formal, non formal dan informal), struktur pendidikan, masa depan GPI Papua hingga perkembangan angka partisipasi sekolah Papua mulai 2010 - 2013.
Dalam kesempatan itu juga diterangkan tentang fungsi pendidikan, strategi pengembangan SDM, mulai mendidik sejak dini.
Sementara Dosen Fakultas Hukum Uncen, John Rongalaha dalam menyampaikan seputar KDRT yakni tentang pengertian KDRT, mengapa dibuat UU KDRT, lingkup rumah tangga, penyebab KDRT hingga bentuk-bentuk KDRT. Bentuk KDRT terdiri atas kekerasan fisik, kekerasan psiksi, kekerasan seksual, sampai pada penelantaran rumah tangga.
Disitu juga disampaikan akibat KDRT pada korban anak-anak serta hak-hak korban sampai pada hak pemerintah dan sanski pidana bagi pelaku KDRT.
Untuk materi HIV/ADIS, Ais Reawaruw menerangkan pengertian HIV/AIDS, sejarah singkat, penularan HIV/AIDS sampai pada gejala-gejalanya. Ais Reawaruw juga menerangkan kondisi ODHA, pencegahan penularan, terapi pengobatan ARV sampai pada situasi epidemic HIV di Tanah Papua.
Untuk problematika HIV/AIDS, bagaimana diterangkan dampak-dampaknya, seperti dampak demografi, dampak terhadap system pelayanan kesehatan, terhadap ekonomi nasional, terhadap tatanan sosial dan dampak sosial ekonomi serta bagaimana upaya kongkrit yang harus dilakukan. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2