Hasil Pleno KPU Balon Perseorangan, 2 Pasangan Dinyatakan Penuhi Syarat

NABIRE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire telah melaksanakan rapat pleno terkait hasil verifikasi faktual di lapangan yang dilakukan oleh PPS dan PPD terhadap pasangan Bakal Calon (Balon) Independen atau perseorangan. Rapat yang digelar pada Kamis (16/7) memutuskan dua pasangan Balon Perseorangan lolos tahap verifikasi faktual lapagan. Kedua pasangan tersebut adalah, Drs. Ayub Kayame/H.Suwarno Majid dan pasangan Hendrik Andoi/Stevanus Iyai.

Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere,S.Sos.,M.Si kepada Papuapos Nabire mengatakan, KPU Nabire telah melakukan pleno rekapan hasi verifikasi factual yang telah dilaksanakan PPS/PPD dilapangan. Dari proses itu ada 2 pasangan Balon Perseorangan yang diyatakan berkas dukungan KTP seperti persyaratan yang diamanatkan undang-undang dengan prosentasenya yakni 10 persen, sehingga bila dijumlahkan dengan angka mencapai 16.351 dukungan. “Kedua pasangan itu yang telah melebehi prosentase atau jumlah sesuai amanat UU, yakni 16.351 dukungan,” ungkapnya.
Sedangkan 3 pasangan Balon perseorangan lainnya, jumlah dukungannya masih dibawah 16.351, namun demikian masih ada waktu atau kesempatan untuk melakukan perbaikan.
Terangnya, perbaikan berkas dukungan akan dimulai tanggal 3 - 7 Agustus untuk selanjutnya dikirimkan kembali ke tingkat PPS melalui PPD untuk kembali dilakukan verifikasi faktual dilapangan.
Bagi semua Balon perseorangan, baik yang dinyatakan memenuhi syarat maupun tidak tetap akan melakukan pendaftaran di KPU Nabire bersama-sama dengan pasangan Balon dari Partai Politik (Parpol).
“Setelah mendaftar akan dilakukan pemeriksaan lagi berkas-berkas apa saja yang kurang untuk selanjutnya akan diberitahukan oleh KPU kepada mereka untuk semua calon untuk melakukan perbaikan. Ini akan berjalan terus sampai penetapan,” tuturnya.
Dikatakan Petrus Rumere, perlu KPU ingatkan beberapa hal terkait persyarakatan yang termuat dalam aturan baik persyaratan pencalonan maupun persyaratan calon dan itu akan disampaikan KPU pada waktunya.
Ditegaskan Ketua KPU, KPU Nabire akan berjalan diatas aturan, sehingga bila ada satu persyaratanpun yang kurang dan tidak dilengkapai oleh calon maka KPU akan menyampaikan kepada pasangan Balon bersangkutan bahwa itu tidak memenuhi syarat.
“Jangan pernah anggap remeh dalam persyaratan, karena satu syaratpun yang tidak dilengkapi maka KPU akan tegaskan tidak akan mengikuti tahapan selanjutnya,” tegasnya.
Dikatakannya, Pemilukada merupakan even, hajat, acara  negara, sehingga yang ikut dalam even itu harus patuh, loyal dan taat pada aturan yang berlaku siapaun itu. Sepanjang itu warga negara Republik Indonesia harus taat pada aturan Pemilukada. Ketika melawan dengan aturan maka akan berhadapan dengan negara.
Terang Petrus, masa perbaikan berkas dukungan calon perseorangan itu berjalan selama satu bulan dimulai tanggal 4 - 7 Agustus, selanjutnya diturunkan ke tingkat PPS melalui PPD untuk dilakukan  verifikasi faktual dilapangan lalu dinaikan kembali ke KPU.
“Saya  menghimbau kepada pasangan Balon perseorangan untuk mengirim penghubung kesetiap PPS, jangan hanya lari-lari, bolak-balik dan tidak pernah masuk kelurahan agar dapat memantau,” ujarnya seraya menambahkan KPU akan tetap mengacu pada UU Nomor 8 Tahun 2015 dan PKPU Nomor 1 sampai dengan nomor 11.
*Seluruh Masyarakat Nabire Wajib Jaga Keamanan
Dalam kesempatan itu, Ketua KPU menyatakan bahwa situasi keamanan mutlak diperlukan dalam pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Nabire, oleh karena itu semua warga masyarakat Kabupaten Nabire diwajibkan menjaga situasi daerah agar aman dan kondusif.
“Wajib hukumnya bagi semua masyarakat Kabupaten Nabire untuk menjaga keamanan, karena keamanan Nabire sangat menentukan suksesnya pesta demokrasi Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire,” tegasnya. (iig elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2