Sudah Penuhi Aturan, Tak Ada Alasan Tolak Papua Tengah

NABIRE – Syarat dan kriteria mengaktifkan Provinsi Papua Tengah, seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2007, semuanya sudah terpenuhi. Konsekuensinya, perjuangan untuk mengaktifkan Provinsi Papua Tengah, akan jalan terus. Jika ada pihak yang menolak proses ini, sama saja dengan tindakan melawan aturan yang sudah dibuat oleh negara ini.


“Untuk Provinsi Papua Tengah sudah sejak tahun lalu kita mendapatkan rekomendasi baik itu dari Gubernur Papua, DPRP Papua juga lembaga MRP.  Jadi kita juga harus menghargai gubernur saat itu yang telah memberikan rekomendasinya. Yang sudah mengantongi persyaratan, biarlah untuk jalan terus,” tutur pejuang pengaktifan kembali Provinsi Papua Tengah, Drs. Anselmus Petrus Youw, M.Si, kepada media ini, tadi malam.
Pada kesempatan itu, Adama Youw juga sempat mengkomentari adanya isu penolakan pengaktifan Provinsi Papua Tengah. Tegas Adama Youw, rakyat yang ada di wilayah Papua Tengah menolak adanya isu penolakan Provinsi Papua Tengah ini.
Ditegaskan kembali oleh AP Youw, ada aturan yang menjadi dasar untuk memperjuangkan Provinsi Papua Tengah ini. Aturan yang menjadi dasar perjuangan ini adalah notabene produk hukum yang dibuat oleh pemerintah Republik Indonesia. Manakala persyaratan yang diminta oleh aturan ini telah terpenuhi, secara hukum dan wujud tunduk dan patuh pada aturan, pemerintah juga berkewajiban menindaklanjuti proses ini.
“Berbicara soal persyaratan sekarang, kita Papua Tengah sudah punya syarat lengkap. Terlepas bahwa rekomendasi gubernur yang diberikan adalah produk dari pemerintahan sebelumnya, dan itu pemerintahan yang sah. Berbeda kalau ada usulan pemekaran yang sampai saat ini belum mengantongi rekomendasi gubernur dan syarat lainnya. Kalau untuk kasus yang ini, itu wajar jika pemerintahan yang sekarang (gubernur, red) berbicara soal itu. Tapi ini Papua Tengah sudah punya rekomendasi gubernur, haruslah proses ini dijalankan,” papar Adama Youw.
Penolakan rakyat Papua Tengah terhadap ganjalan yang diisukan berhembus dari pemerintah provinsi yang sekarang, kata AP Youw, itu bukan tanpa sebab. Karena jika menilik ke belakang, Provinsi Papua Tengah sebenarnya bukanlah usulan pemekaran daerah baru. Namun Provinsi Papua Tengah sejatinya telah ada bersaman dengan lahirnya Provinsi Papua Barat.
Lebih lanjut dituturkan Adama Youw, untuk membangun Papua tidak bisa dibangun oleh satu atau dua provinsi. Karena tanah Papua daerahnya begitu luas, oleh karena itu seorang yang bijaksana harus memikirkan demi kepentingan banyak orang. Daerah yang begitu luas kita bangun, sehingga rakyat yang ada di daerah itu bisa menjadi sejahtera.
“Kalau daerah yang luas itu hanya jatuh di satu tangan, sama saja seperti kita buang satu bungkus garam ke lautan. Tidak ada rasa garam karena luasnya lautan,” tambahnya.
Kita punya pengalaman seseorang dalam membangun suatu daerah yang kecil berhasil atau tidak, apalagi kita membangun suatu daerah yang besar. Oleh karena itu kita harus menerima dengan hati yang terbuka, iklas, untuk membangun masyarakat di Papua itu sesuai dengan kultur budaya masing-masing daerah.
Lanjut AP Youw, grand desain pemerintah Provinsi Papua masa depan adalah 7 provinsi menurut kultur budaya yang berlaku di Papua. Sekarang Papua sudah dibagi menjadi 2 provinsi, masih kurang 5 provinsi lagi. Terkait menuju pembentukan lima provinsi di Papua ini, pada tanggal 23 November 2012 DPD, DPR-RI Mendagri, Menkopolhukam, BIN dan BAIS, Menkeu, Bappenas, menyepakati bahwa tahun 2013 Papua akan ditambah 3 provinsi lagi sehingga akan menjadi 5 provinsi.
Pada tanggal 19 Maret 2013 Komisi II DPR-RI, Gubernur Papua dan Papua Barat, DPRP Papua dan Papua Barat, bupati Papua dan Papua Barat, DPRD Papua dan Papua Barat, MRP Papua dan Papua Barat, Kaukus Papua dan Papua Barat di parlemen, melaksanakan dengar pendapat tentang pemekaran Provinsi Papua dan Papua Barat. Para hadirin menyampaikan ke Presiden RI melalui Komisi DPR-RI minta hadiah Presiden RI pada pesta emas 50 tahun Papua integrasi ke pangkuan NKRI pada tanggal 1 Mei 1963, sehngga sejak tahun 2013 dibentuk 3 provinsi.
Dikatakannya, untuk membentuk daerah otonom baru harus memenuhi syarat-syarat kriteria yang diatur dalam PP nomor 78 tahun 2007. Sehingga pada pertemuan itu, ditekankan harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang diatur itu. Khusus untuk Provinsi Papua Tengah yang sudah diusulkan kepada Presiden RI melalui Mendagri dan Komisi II DPR-RI dan diserahkan berkas pada tanggal 9 November 2012 sudah mendapat rekomendasi dan dukungan pembentukan daerah otonom baru dari pemerintah provinsi induk. Sehingga tidak ada istilah penundaan Papua Tengah karena semua syarat tidak ada yang kurang. (ros)

Comments   

 
+1 #4 maxchelinoedionicioe 2013-05-13 03:18
middle Papua is a dead price, why? because the government control from Jayapura which is still on going has not bring any advantage. Everything should wait from provincial government to decide...i do believe the purpose of the development is to create or made some thing from nothing..., how ever about the human resources in here is a different angle...VIVA PAPUA TENGAH!
Quote
 
 
+1 #3 Patrick Moniung 2013-05-02 07:16
:lol: Congratulation for my lovely Nabire City..
Central Papua Province is the Riches Province in Indonesia.
Quote
 
 
+1 #2 Herman 2013-04-24 21:13
Kami Adalah Provinsi Papua tengah
bukan Papua yg lain.. oke..

Papua tengah maju terus
we ready 4 a new province
Quote
 
 
+1 #1 Herman 2013-04-24 21:11
Papua Tengah Maju terus... aq mendukung adanya Prov.Papua Tengah...

tidak ada perubahan kalo terus seperti ini.

No reason 4 no ready... we always ready and we complete to be a province
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2