Fasilitas RSUD Perlu Dapat Perhatian Berbagai Pihak

NABIRE - Seiring perkembangan, fasilitas kesehatan terutama ruang pasien kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire nampaknya tidak memenuhi standar, maka kedepan harus mendapat perhatian secara khusus artinya perlu direnovasi. Hal ini dimaksudkan agar selanjutnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Nabire secara khusus dan di wilayah Meepao ini lebih baik lagi sebagaimana yang diharapkan.

“Kedepan, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat harus bisa memperhatikan kondisi Rumah Sakit Umum Daerah Nabire. Karena, saya lihat kondisi yang ada sekarang sudah tidak memadai lagi, terutama sejumlah ruang pasien,” Demikian diungkapkan Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Nabire, Hengki Magai,S.Pd.K kepada media ini di ruang kerjanya baru-baru ini.
Dijelaskan politisi partai Nasdem ini bahwa, masyarakat di Kabupaten Nabire adalah masyarakat yang heterogen sehingga tentunya memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda sehingga ketika pasien ada di kelas III sangat mengganggu pasien dan pengunjung lainnya. “Pasien yang berobat di RSUD Nabire adalah masyarakat dari sejumlah kabupaten di wilayah Meepago, sehingga keadaan RSUD Nabire ini harus mendapat perhatikan secara bersama oleh beberapa bupati di wilayah Meepago,” ungkapnya.
Lanjut Magai, untuk membangun rumah sakit rujukan bertaraf internasional telah mendapat perhatian secara serius dari Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP,MH, akan tetapi nampaknya pemerintah Kabupaten Nabire belum ada keseriusan.
“Pemerintah Provinsi sudah menyediakan dana untuk membangun sebuah rumah sakit rujukan bertaraf internasional, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Nabire harus menyediakan tempat atau lokasi agar selanjutnya membangun sebuah rumah sakit di wilayah Meepago ini,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Keperawatan RSUD Nabire, Numobogre,S.Kep,M.Kes kepada media ini beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa, guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Nabire pemimpin Nabire kedepan harus bisa merepresentasi pelayanan RSUD Nabire. Karena kenyataan di lapangan membuktikan bahwa sejumlah ruang kelas III yang ada saat ini kondisi ruangannya tidak memadai lagi.
Hal ini membuat masyarakat yang tidak mampu yang mestinya mendapat perawatan di kelas III, akan tetapi meminta di kelas I dan II. “Karena pasien merasa tidak nyaman di kelas III. Dengan fisik gedung ini harus diubah agar nantinya pasien merasa puas dengan kondisi ruangan dan pelayanan yang diperoleh di RSUD Nabire,” tegas Silas. (rik)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2