Akibat Kemampuan Mesin, Lindes Lagari Pakai Sistim Bergilir

NABIRE - Akibat kemampuan / daya mesin yang mengalami gangguan teknis, akhirnya masyarakat 4 kampung di wilayah Distrik Makimi menikmati  penerangan listrik di malam hari dengan sistim nyala bergilir, hal ini tidak bisa dipaksakan oleh petugas Listrik Desa (Lindes), sehingga solusinya hanya bisa menunggu kepastian nyala 24 jam yang akan dilakukan pada awal bulan Agustus.

Terkait dengan adanya gangguan mesin dan menggunakan sistim nyala bergilir tersebut, Manager PT PLN Rayon Nabire Sahat Hutapea, SE, pekan lalu mengadalkan pertemuan langsung dengan kepala Distrik Makimi, Kapolsek, Dandramil, 4 kepala kampung dan sejumlah tokoh lainnya di ruang kerjanya.
Dimana dalam pertemuan tersebut manager PT. PLN menjelaskan soal kondisi mesin yang mengalami kerusakan, sehingga petugas hanya bisa melayani penerangan dengan sistim nyala bergilir dengan demikian menyala bergilir ini akan bertahan normal awal bulan Agustus 2015 mendatang.
Untuk itu manager PT PLN Rayon Nabire meminta agar pemerintah distrik, kepolisian (Polsek), Dandramil, kepala kampung dan para tokoh sebagai penyambung lidah untuk menyampaikan hal ini kepada masyarakat yang juga pelanggan listrik agar mereka bisa tau apa penyebab dan rencana kedepan dari PT. PLN Rayon Nabire.
Dikatakan Sahat Hutapea, kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu di ruang kerjanya, bukan saja gangguan mesin dan program nyala bergilir yang disampaikan, akan tetapi juga PT. PLN minta untuk menyala 24 jam, maka masyarakat harus bantu pangkas pohon yang berada dijalur tiang dan kabel, tunggakan rekening masyarakat Kampung Makimi, Biha, Lagari Jaya dan Maidey harus lunas.
Untuk itu, setelah pertemuan tersebut selaku pimpinan PLN Nabire telah membuat surat resmi terkait dengan hal-hal yang dibahas bersama dengan harapan apa yang dibuat dalam surat itu bisa dapat diperlihatkan kepada masyarakat atau pelanggan yang ada di 6 kampung se-Distrik Makimi.
Dimana ada tiga hal yang disampaikan dalam surat tersebut, yakni pertama untuk menghindari kerusakan mesin yang lebih parah akan dilakukan pemadaman bergilir di Lagari dan sekitarnya untuk mengurangi beban mesin agar dapat terus melayani masyarakat sambil menunggu rencana normal 24 jam.
Kedua, untuk penyalaan 24 jam yang direncanakan pada bulan Agustus kami akan berusaha mempercepat permintaan Trafo Distribusi yang menjadi kendala dan kami akan terus berkordinasi untuk secepatnya dilakukan pengiriman Trafo tersebut dari Jakarta ke Nabire yang selanjutnya diangkut ke Distrik Makimi.
Ketiga lanjutnya, sebelum listrik di Distrik Makimi menyalaan 24 jam kami mohon agar tunggakan rekening listrik di Lagari sekitarnya agar segera dilunasi serta pemasangan KWH Meter Prabayar (pulsa) untuk pelanggan MTM, karena hal tersebut menjadi persyaratan serta pemangkasan pohon dijalur agar tidak lagi menjadi halangan. (des)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2