KPU Nabire Turun Lapangan Monitoring Kerja PPDP

NABIRE - KPU Kabupaten Nabire turun lapangan untuk memonitoring pelaksanaan pemuktahiran dan penyusunan daftar pemilih, yang dilakukan oleh penyelenggara di tingkat bawah. Mulai tanggal 15 Juli sampai dengan 24 Juli 2015, KPU Nabire melakukan monitoring awal di beberapa distrik seperti di Distrik Menou, Dipa, Siriwo, Uwapa, Makimi, Wanggar, Yaro, Nabire.

Setelah turun kita dapat ada beberapa kerja PPDP yang belum maksimal. Hal ini dimungkinkan karena adanya hari libur dan cuti bersama hari raya idul fitri,? ujar Ketua Pokja DPT, Nelius Agapa, ST, Jumat (31/7) kemarin.
Dikatakan Nelius, untuk Distrik Nabire, pihaknya turun lapangan di hampir semua kelurahan dan kampung dari tanggal 22 hingga 23 Juli 2015 lalu. Saat monitoring didapati ada persoalan di lapangan. PPDP belum bekerja maksimal di lapangan sehingga tanggal 25 Juli 2015, pihaknya mengumpulkan seluruh PPS kelurahan/kampung di Nabire bersama PPD. Tujuannya, untuk mengecek kerja PPS dalam hal memberikan dukungan dan monitoring ke PPDP, dan kondisi kerja PPDP di kelurahan/kampung masing-masing.
Dari hasil pertemuan yang digelar, PPS sepakati akan membuat pertemuan untuk mengumpulkan PPDP. Rabu (29/7) pukul 14.30 WIT dilakukan pertemuan dengan PPDP Kali Harapan, Karang Tumaritis, Giri Mulyo, Bumi Wonorejo, pertemuan di aula Giri Mulyo. Kamis (30/7) jam 08.30 WIT, pertemuan dengan PPDP Oyehe, Karang Mulia, Kali Susu, dengan titik kumpul di aula Kali Susu. Jumat (31/7) pagi dilakukan pertemuan dengan PPDP Nabarua di aula Kelurahan Nabarua. Jumat (31/7) sore dilakukan pertemuan dengan PPDP Kali Bobo dan Morgo dipusatkan di Morgo. Dijadwalkan Sabtu (1/8) pertemuan dengan PPDP Sanoba dan Siriwini dipusatkan di Balai Kampung Sanoba.
“Tujuan kita kumpulkan dalam pertemuan itu, kita kasih arahan kepada PPDP terkait tugasnya di lapangan. Selain itu, kiga juga mendengar persoalan-persoalan yang ditemui saat melakukan Coklit. Sekaligus meminta PPS untuk ikut mengontrol kerja PPDP,”? ujar Nelius.
Diakui Nelius, dari hasil turun lapangan, pihaknya menemukan banyak persoalan yang muncul saat pemutakhiran. Diantaranya, ada masyarakat yang tidak mau didata, juga ada masyarakat yang belum memiliki NIK, dan persoalan lainnya. Dan terkait persoalan ini, kata Nelius, pihaknya sudah arahkan untuk ditindaklanjuti.
Pada kesempatan itu, Nelius Agapa menghimbau masyarakat agar mengecek apa nama-namanya sudah didata, rumah sudah didatangi petugas dan stiker Coklit apa sudah ditempel sebagai bukti telah didata. Jika belum, masyarakat diharapkan untuk melapor ke RT atau petugas PPDP. Diharapkan semua masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih bisa terakomodir. Dengan demikian tidak ada lagi masyarakat yang ketika hari pencoblosan belum didata selama pemutakhiran.
Selain itu, kata Nelius, masyarakat diminta untuk membantu penyelenggara di tingkat bawah agar masyarakat terakomodir bisa terdaftar. Hal ini penting karena berhubungan dengan jumlah surat suara yang akan dicetak nantinya.
“Masyarakat yang didata adalah mereka yang sudah mempunyai NIK. Jika ada masyarakat yang belum mempunyai NIK diharapkan untuk segera mengurus agar bisa terdaftar. Karena dalam sistim Sidalih yang diinput ke dalam sistim adalah NIK warga,”?ujarnya. (ros)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2