Peringati Hari Mambesak, Panitia Gelar Lomba Tarik Suara Group Musik Daerah

NABIRE – Dalam rangka memperingati hari Mambesak yang jatuh pada tanggal 5 Agustus 2015, panitia lomba berinisiatif melaksanakan kegiatan perlombaan tarik suara dalam bentuk group musik dan seni tarik suara yang akan dilaksanakan 13 Agustus mendatang. Pihak panitia dan penanggung jawab kegiatan, yakni Dewan Adat Papua (DAP) dan dari Suku Besar Yerisiam Gua member kesempatan kepada semua calon peserta untuk mendaftarkan diri di Sekretariat Panitia Jalan Yos Sudarso Oyehe atau dikediaman Almarhum SP. Hanebora depan SPBU Oyehe.


Ketua panitia, John Gobai didamping sekretarisnya Robertino Hanebora kepada media ini tadi malam mengatakan, latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini pertama, arus perkembangan modern begitu cepat masuk di seantero Indonesia pada umumnya dan Papua pada khususnya, menyebabkan hilangnya nilai-nilai kearifan lokal budaya adat istiadat yang menjadi sebuah identitas suatu komunitas manusia.
Dan kedua, lanjutnya, musik tradisional Papua dengan lagu daerah merupakan sebuah ciri khas yang menunjukan integritas manusia Papua kini diambang kepunahan. Arnold Aap, seorang tokoh antropolog dan pemerhati musik dan budaya Papua yang dalam sejarahnya membuat sebuah group musik ‘Mambesak’ dengan melagukan lagu-lagu daerah asli Papua di era tahun tujuh puluhan dari berbagai bahasa daerah di Tanah Papua, menjadi sebuah sosok yang patut dicontohi oleh generasi muda Papua saat ini.
Tambah John, sehubungan dengan hal tersebut menjadi sebuah motivasi sehingga muncul sebuah ide guna melakukan sebuah perlombaan tarik suara dalam bentuk group musik dan seni tarik suara. Acara dimaksud sekaligus memperingati hari Mambesak yang jatuhnya 5 Agustus 2015. Namun panitia berinisiatif melaksanakan kegiatanya pada 13 Agustus mendatang.
“Pelestarian nilai-nilai budaya Papua adalah tanggung jawab bersama yang perlu terus dijaga dan dilestarikan di tengah kemajuan musik-musik modern. Dan musik rakyat adalah bagian terpenting yang menunjukan jati diri sebuah wilayah, perorangan dan lain sebagainya,” tandasnya seraya menambahkan kami ucapkan terima kasih dan kami sangat berharap kontribusi dari semua pihak yang cinta akan pelestarian nilai-nialai budaya di Tanah Papua lebih khususnya wilayah Nabire, sehingga kegiatan ini dapat  terlaksana dengan baik nantinya.
Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini, terang John ditambahkan Ino, ada beberapa hal, diantaranya mengangkat nilai-nilai budaya lewat musik daerah lebih khususnya daerah Nabire dari arus moderen/globalisasi,
mendidik generasi muda Papua/Nabire lewat alat musik tradisional dan budaya Papua yang sesungguhnya dan meningkatkan jati diri masyarakat  Papua/Nabire dari kepunaan budaya Papua dari arus global nasional dan internasional
dan hasil yang diharapkan dari kegiatan ‘Semalam Mengenang Mambesak’ ini, agar agar muda-mudi Papua lebih khususnya wilayah Nabire, lebih mengenal dan mencintai akan nilai-nilai budaya musik daerah/tradisional Papua. Lebih mendekatkan diri kepada generasi Papua/Nabire dalam mempertahankan nilai-nilai budaya musik daerah/tradisional Papua.
Diluar itu, kegiatan yang didukung oleh aliasi masyarakat pesisir dan kepulauan Kabupaten Nabire ini kiranya tercipta generasi penerus Papua/Nabire yang menjaga dan mengormati musik daerah tradisonal sebagai jati dirinya. (wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2