Masyarakat 4 Suku di Wapoga Tolak Pelantikan Kadistrik Baru

NABIRE – Perwakilan dari masyarakat empat suku yang ada di Distrik Wapoga menolak pelantikan Kepala Distrik (Kadistrik) Wapoga yang baru dilantik, Kamis 18 April 2013 kemarin oleh Bupati Nabire. Alasan penolakan Kadistrik Wapoga ini, lantaran tiga hal diantaranya tidak adanya undangan atau tidak diterimanya undangan oleh pejabat lama/sebelumnya dan setelah ada pergantian, pejabat lama tidak dapat jabatan alias non job.


Demikian terang, Welly Saroy, mantan pejabat Kadistrik Wapoga kepada media ini kemarin malam.
Dikatakan, dengan telah dilantiknya Kadistrik baru masyarakat dari beberapa suku yang ada di Wapoga menolak Kadistrik baru. Masyarakat, katanya, dari empat suku yang ada diantaranya, Suku Auwera, Taruh, Demisa dan Suku Burate menolak dengan tegas Kadistrik Wapoga yang baru.
Tambahnya, dirinya sebelum ketika diangkat ada undangan resmi saat pelantikan, sehingga disini dirinya mempertanyakan kepada Bupati Nabire mengapa tidak diundangan atau pemberitahuan sebelumnya.
“Saya pada saat menjabat Kadistrik Wapoga diangkat dengan resmi, mengapa pada saat saya digantikan dengan orang lain dengan tidak resmi alias tanpa pemberitahuan kepada kami. Ini saya juga ingin mempertanyakan kepada bupati,” tanyanya.
Kemudian, lanjut Welly saat bertandang ke redaksi media ini siang kemarin, setelah adanya pergantian, dirinya tidak diberi tempat ataupun jabatan. “Saya selaku anak daerah, mengapa tidak diberi tempat. Khusus untuk Distrik Wapoga, telah banyak kami lakukan dan telah mengabdi sekitar 3 tahun,” tandasnya.
Imbuh Saroy, beberapa hal ini kami minta penjelasan kepada bupati selaku kepala daerah. Kalau ini tidak dijelaskan maka kami dan beberapa masyarakat dari 4 suku yang ada menolak Kadistrik baru. “Kami menolak pelantikan saudara Viktor, karena yang bersangkutan notabene bukan anak asli Wapoga. Apabila hal ini tidak diindahkan maka kami akan melakukan pemalangan kantor distrik dalam waktu dekat dan tidak menerima Kadistrik yang baru,” akhirnya.
Terkait hal ini, saat wartawan media ini akan mengkonfirmasikan kepada Bupati Nabire, belum dapat ditemui lantaran kesibukannya. Ditemui dikediamannya pun dari pihak penjaga kediaman bupati menerangkan bapak bupati tidak ada, sedang keluar.(wan)    
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2