Deklarasi Komitmen Moral Kawal Pilkada Nabire

NABIRE – Berbagai stakeholder di Kabupaten Nabire bersepakat untuk mengkawal pelaksanaan Pilkada Nabire agar berjalan aman, damai, demokratis dan transparan. Bentuk pengawalan terhadap Pilkada Nabire, dibuat melalui deklarasi komitmen moral. Selain akan ditandatangani oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Nabire, juga ikut serta para tokoh, kepala suku, ketua kerukunan dan elemen lainnya di daerah ini.

Setelah dibahas bersama, disepakati ada 4 poin dalam deklarasi komitmen moral tersebut. Keempat poin itu diantaranya, pertama, mewujudkan Pilkada yang aman, damai, demokratis, dan transparan. Kedua, saling menghargai adanya perbedaan suku, agama dan ras. Ketiga, tidak mendukung pengerahan massa kecuali pada saat kampanye. Keempat, tidak diperkenankan membawa alat atau senjata tajam dan benda lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain, harta benda masyarakat dan fasilitas umum.
Deklarasi komitmen moral ini untuk selanjutnya akan ditandatangai oleh Forkompimda dan para tokoh, kepala suku, ketua kerukunan dan elemen lainnya. Untuk selanjutnya, deklarasi komitmen moral ini akan dibuat dalam bentuk baliho dan akan dipasang di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Nabire ini.
Pembahasan soal deklarasi komitmen moral ini, dibahas pada pertemuan di ruang rapat Kantor Bupati Nabire, Senin (10/8) lalu. Pertemuan yang koordinasi oleh Kantor Kesbangpol dan Linmas ini, dihadiri oleh Forkompimda, para tokoh, kepala suku, ketua kerukunan dan tamu undangan lainnya.
Di awal pertemuan, Sekda Nabire, Drs. Johny Pasande mengatakan, kita mengharapkan agar pelaksanaan Pilkada Nabire berjalan sesuai aturan. Untuk mengkawal Pilkada Nabire ini, lanjutnya, tercetuslah ide untuk membuat komitmen moral. Draft yang sudah dibuat, pada kesempatan ini akan dibahas bersama dengan para undangan yang hadir. Pada akhirnya, poin mana yang akan dimasukan dalam deklarasi moral, sesuai dengan kesepakatan bersama.
“Draft yang ada ini kita bahas bersama, apa perlu ada penambahan atau pengurangan itu tergantung dari kesepakatan bersama. Nantinya, komitmen moral yang akan kita sepakati, akan kita pasang di sejumlah titik, dengan harapan untuk mengkawal pelaksanaan Pilkada berjalan dengan damai,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wakapolres Nabire,  Kompol. Irwan Sunuddin, S.Ik., menuturkan, gagasan untuk membuat deklarasi komitmen moral ini awalnya sudah sempat dibahas di Mapolres Nabire bersama pihak penyelenggara dalam hal ini KPU Nabire. Saat ini, merupakan pertemuan kedua yang melibatkan para tokoh untuk membuat komitmen moral ini.
“Kapolres sendang tugas ke luar, beliau menitipkan pesan bahwa kita sepakat Pilkada berjalan dengan aman dan tertib. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tapi menjadi tanggung jawab kita semua. Kapolres juga berpesan agar Pilkada berjalan sesuai aturan, yang pada akhirnya akan terpilih pimpinan daerah dengan aman dan tertib tanpa ada gesekan. Apa yang kita inginkan perlu disampaikan hingga masyarakat. Apa yang kita buat ini biaa menjadi cikal bakal Pilkada yang aman dan damai,” tuturnya.
Hal senada juga dikemukakan Kasdim 1705/PN. Katanya, TNI siap memback up pemerintah daerah dan polisi untuk menciptakan kedamaian di daerah ini.
“Damai itu indah. Saya yakin para tokoh, kita sepakat siapapun yang terpilih merupakan pimpinan kita bersama. Kita akan dukung program kerjanya untuk membawa Nabire ke arah yang lebih baik lagi ke depan,” tuturnya.
Dirinya juga mengharapkan tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat. Karena ketika terjadi gesekan, yang akan rugi kita semua. “Jika ada gesekan yang menimbulkan kerusakan, maka yang rusak perlu biaya perbaikan. Alangkah lebih baik jika biaya perbaikan itu untuk membangun fasilitas yang baru. Kita juga mengharapkan Pilkada berjalan dengan tertib, damai dan sesuai aturan,” ujarnya.
Saat pembahasan poin komitmen moral, tidak sedikit masukan dari para peserta pertemuan. Ada sejumlah tokoh yang setuju dengan poin-poin yang ada dalam rancangan, namun ada juga sebagian yang memberikan masukan untuk menyempurnakan komitmen moral tersebut.
Menanggapi sejumlah masukan terkait isi komitmen moral, Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda, SH, M.Si, menuturkan, apa yang sudah dirancang itu sifatnya belum final. Rancangan itu masih akan dibahas melalui pertemuan ini untuk disepakati bersama poin yang nantinya akan dimasukan dalam komitmen moral. Terkait soal sanksi, tutur Penjabat Bupati Sendius, sudah ada aturan hukum yang mengatur soal itu.
“Kita akan menghimabu semua tokoh untuk menjaga masyarakat supaya tidak terlibat bikin kacau. Kita sepakat untuk Pilkada damai. Soal pelanggaran itu ranahnya pihak berwajib,” ujar Bupati Sendius Wonda. (ros)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2