Lantaran Tak Diberi Tempat dan Tolak Kadistrik Teluk Umar, Masyarakat Ancam Palang Kantor Distrik

NABIRE – Lantaran tidak diberi tempat dan porsi serta dilecehkan sebagai anak negeri dan adat, hingga penolakan terhadap Kepala Distrik (Kadistrik) Teluk Umar yang baru dilantik kemarin, masyarakat Suku Yerisiam dari Distrik Teluk Umar dan Yaur ancam akan memalang kantor distrik, baik di Teluk Umar maupun di Yaur.
Selain itu, masyarakat ini juga akan mendatangi kantor DPRD Nabire guna mempertanyakan hal itu.

Demikian terang Steven Mareku, perwakilan masyarakat masyarakat Distrik Teluk Umar dan Yaur kepada wartawan Kamis (18/4) malam kemarin.
Terang Steven, pada pelantikan kali ini (Kamis kemarin, red) beberapa pejabat asli daerah ini tidak mendapat tempat dan jabatan di pemerintah daerah Nabire. Kami salah apa, kata dia, kami ini anak negeri yang juga ingin membangun daerah kami sendiri sesuai semangat Otonomi Khusus (Otsus) bagi kami masyarakat Papua.
Secara khusus, lanjut Steven Mareku, Distrik Teluk Umar, dengan Kadistrik yang baru dilantik kami menolak dan meminta kepada yang bersangkutan untuk tidak berkerja dan menjabat sebagai Kadistrik lantaran bukan anak negeri. “Pengalaman kemarin-kemarin, setiap kepala distrik tidak pernah dan jarang sekali ada di tengah masyarakat, baik itu di Teluk Umar maupun di Distrik Yaur. Sehingga, kami menolak Kadistrik baru, apalagi yang bersangkutan bukan anak adat,” tegasnya.
Disini, lanjutnya, kami juga ingin mempertanyakan kepada Bupati Nabire, mengapa kami selaku anak asli dan anak adat Suku Yerisiam yang ada di Nabire tidak diberi tempat, apa kesalahan kami selama ini terhadap kepemimpinan Bupati Isaias Douw ?
Untuk itu, imbuhnya, bila beberapa hal ini tidak ada tanggapan ataupun jawaban maka kami dalam waktu yang tidak lama lagi, akan palang kantor distrik dan bila tidak ditanggapi juga dan kami tidak diberi tempat maka kami akan demo damai ke kantor DPRD Nabire guna meminta penjelasan dan kemungkinan kita akan meminta restu untuk pindah ke kabupaten lain terdekat, yakni Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat.
Terkait demikian ini dan ketika akan dikonfirmasikan kepada Bupati Nabire, wartawan media ini belum dapat  menemui beliau, namun sebelumnya pada sore sampai malam kemarin Bupati ketika dihubungi, belum dapat menjelaskan secara jelas dan saat akan dikonfirmasikan dikediamannya bupati tidak ada ditempat lantaranya kesibukan beliau.(wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2