USWIM Buka Ospek dan Lepas Mahasiswa KKN Dibawah Tenda

NABIRE – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire membuka kegiatan Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 dan melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN)  di bawah tenda. Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda dan anggota ForumKoordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Nabire juga menempati podium beratap tenda.

Ketua Panitia Ospek dan KKN Mahasiswa Uswim Nabire, John Wear dalam pengantarnya mengatakan kegiatan  Ospek merupakan salah satu kegiatan yang penting di setiap kampus, tetapi  Uswim melaksanakan pembukaan kegiatan Ospek dan pelepasan mahasiswa peserta Uswim karena Uswim sendiri tidak memiliki fasilitas yang representatif untuk kegiatan-kegiatan besar. Oleh karena itu, Uswim mengadakan kegiatan pembukaan Ospek dan pelepasan mahasiswa peserta KKN dari bawah tenda seperti ini. 
Rektor Uswim, Drs. J. Suripatty dalam sambutannya menyentir keberadaan perguruan tinggi Uswim sejak 1986. Sejak tahun 2004, Uswim berada dibawah Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Nasional dengan kondisi kampus Uswin seperti yang tampak apa adanya.
Menyaksikan sendiri, mahasiswa baru dan peserta KKN di bawah tenda dan mendengar permohonan ‘tersebelung’ dari Pembantu Rektor I, John Wear dan Rektor Suripatty, Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda, dalam sambutannya mengatakan permohonan dari Uswim sudah diterima, akan diupayakan untuk dimasukkan dalam tahun anggaran 2016. Oleh karena, Uswim bicarakan masalah ini lagi kepada Bupati Nabire yang akan terpilih nanti supaya bisa diperhatikan dan diperjuangkan.  “Proposal dari Uswim saya sudah terima, …. Saya ini, waktunya sedikit, nanti bicara dengan bupati baru yang akan terpilih,” saran Wonda.
Kegiatan Ospek itu sendiri diikuti oleh 461 calon mahasiswa baru yang tersebar dari fakultas yang ada di Uswim. Calon mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) merupakan peserta terbanyak.
Rektor Uswim, Suripatty mengatakan sebelum masuk di perguruan tinggi, setiap calon mahasiswa baru wajib mengikuti orientasi dan pengenalan kehidupan kampus sebagai salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh sebab itu, Suripatty meminta agar peserta mengikuti kegiatan Ospek dengan baik.
Sementara itu, Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda meminta agar jangan jadikan Ospek dengan tindakan kekerasan, tetapi hendaknya menjadikan Ospek sebagai sarana pengenalan dan pembinaan bagi calon mahasiswa baru.
Pembukaan Ospek oleh Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda ditandai dengan pemukulan tifa dan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta dan topi kepada perwakilan calon mahasiswa (Cama) dan calon mahasiswi (Cami), didampingi Rektor Uswim Nabire, Suripatty. (ans)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2