Eksekutif dan Legislatif Bahas KUA/PPAS

NABIRE – Pihak eksekutif dan legislatif, Kamis (13/8) sore, di ruang rapat Bamus Kantor DPRD Nabire, menggelar rapat membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) terkait dengan pelaksanaan sidang APBD Perubahan tahun 2015. Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Nabire, Marcy Kegou dimulai sekitar pukul 16.30 WIT. Rapat diikuti oleh 20 anggota DPRD Nabire. Sementara dari pihak eksekutif dihadiri Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda, SH, M.Si, Sekda Drs. Johny Pasande, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemda Nabire.

Pantuan media ini di awal rapat, pimpinan memberikan kesempatan kepada anggota DPRD Nabire untuk menyampaikan tanggapan terkait materi KUA/PPAS yang telah dibagikan kepada masing-masing anggota. Anggota DPRD Nabire, Iskandar menyampaikan jika pihaknya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mempelajari materi yang cukup banyak. Dirinya mengusulkan agar tim anggaran menyampaikan ringkasan isi materi agar menjadi lebih jelas bagi anggota DPRD Nabire.
Sementara itu, anggota DPRD Nabire lainnya, Hendrik Andoi mengungkapkan jika materi KUA/PPAS disampaikan ke Dewan tidak sesuai jadwal yang seharusnya masuk. Namun dirinya memberikan apresiasi kepada pihak eksekutif yang telah menyelesaikan materi yang saat ini sudah dibagikan kepada para anggota Dewan.
“Setelah lihat materi secara garis besar, ada berapa hal yang ingin kami sampaikan. Pertama, soal pendapatan kita yaitu PAD yang masih jauh dari harapan. Selain itu, pajak juga terlihat tidak sampai target, ini yang nanti kita akan lihat. Kedua, pada tabel dalam salah satu halaman materi ini ini tidak tergambar dengan baik jumlah belanja kita karena tidak tertera totalnya. Ketiga, pembiayaan daerah menjadi sorotan kami,” ujar Andoi.
Sejumlah persoalan lain juga terkemuka saat rapat antara pihak eksekutif dan legislatif, Kamis kemarin.
Penjabat Bupati Sendius Wonda menyampaikan sejumlah tanggapan terhadap komentar dari para wakil rakyat. Dituturkan Penjabat Bupati Sendius, pihaknya bersama tim kerja akan berupaya memperbaiki kekosongan kursi jabatan di lingkungan SKPD di Kabupaten Nabire. Terkait dengan PAD, lanjutnya, akan melakukan koordinasi antara eksekutif untuk memperbaiki data PAD yang lama untuk segera dicek, diregulasi dan dibenahi.
Hal senada juga dikemukakan Sekda Johny Pasande. Dikatakan, pihaknya akan melaksanakan Bimtek pada Dinas Pendapatan Daerah mengingat SDM yang lemah serta untuk meningkatkan kinerja pada instansi ini. Terkait dengan dana bantuan dari Kementrian Kesehatan RI untuk RSUD Nabire sebesar 10 milyar rupiah, katanya, akan digunakan sebagai rumah sakti rujukan. Selain itu, pihaknya juga akan berupaya meningkatkan insentif bagi perawat serta dokter di rumah sakit. Terkait dengan jabatan SKPD yang masih kosong, kata Sekda Nabire, akan melakukan koordinasi dengan bupati dan gubernur untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Sekitar pukul 19.15 WIT, penyampaian hasil kesimpulan rapat oleh Plt. Sekwan Nabire, Derek Kambuaya, SH.  Dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pihak eksekutif dan legislatif. Dilanjutkan penyerahan nota kesepahaman dari Wakil Ketua I, Marcy Kegou kepada Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda.
Rapat pembahasan KUA/PPAS ini merupakan rapat dalam rangka membahas anggaran perubahan APBD tahun 2015 serta langkah-langkah dalam meningkatkan APBD di Kabupaten Nabire. Dalam rapat tersebut juga akan dilanjutkan dengan rapat Bamus internal DPRD Nabire untuk membahas dan menyusun program jadwal sidang paripurna anggaran perubahan APBD tahun 2015. (ros)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2