Tuntut Kenaikan Intensif, Perawat dan Para Medis ke Kantor Dewan

NABIRE – Perawat dan para medis (tenaga medis non perawat) se- Kota Nabire dan sekitarnya melakukan aksi demo damai ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire untuk meminta Pemerintah Kabupaten Nabire menaikkan dana intensif perawat dan para medis setiap bulan. Karena, dana intensif yang mereka terima selama ini, tidak berimbang dengan beban kerja.

Mereka mendatangi kantor DPRD Kabupaten Nabire, Jumat (14/8) secara damai, tanpa membawa atribut demo seperti famplet dan lain-lain. Para medis bersabar menanti pertemuan dengan anggota DPRD Nabire, walaupun terkesan agak lama.
Dalam pertemuan dengan anggota DPRD Nabire di ruang rapat Badan Musyawarah (Banmus) yang dipimpin Wakil Ketua I, Marcy Kegou didampingi Wakil Ketua II Roy Wonda dan sebagian anggota lainnya, perawat dan para medis mengatakan intensif yang diterima selama ini sangat kecil dibanding dengan intensif yang dibayarkan pemerintah Kabupaten Nabire kepada dokter dan dokter spesialis. 
Padahal menurut mereka, hari-hari, perawat dan para medis menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik itu rumah sakit maupun di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu).
Anggota DPRD Nabire, Mathias Pigay menilai, permintaan perawat dan para medis ini perlu ditanggapi secara serius. Karena, tugas mereka berhadapan langsung dengan keselamatan nyawa manusia. Oleh karena itu, keluhan mereka ini juga perlu ditanggapi serius dengan menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan dan Bupati Nabire bersama wakil dari perawat dan para medis untuk mencarikan solusi bersama.
Ketua Komisi B DPRD Nabire, Abelenstra Yoweni usai pertemuan mengatakan, aspirasi dari perawat dan para medis di kabupaten ini sudah ditanggapi oleh DPRD dengan mengundang Kepala Dinas Kesehatan dan tim anggaran eksekutif. Dalam pertemuan antara eksekutif dan legislatif, tim anggaran menawarkan siap menaikkan Rp.100.000 per bulan/orang, tetapi DPR menawarkan untuk menambah Rp.100.000 per bulan/orang sehingga disepakati dinaikkan Rp 200.000 per bulan/orang sejak Juni 2015 hingga awal tahun anggaran 2016.
Hal yang senada juga disampaikan anggota DPRD, Agus Rimba kepada perawat dan para medis yang datang mendengar jawaban atas aspirasi mereka yang sudah disampaikan sebelumnya.
Menurut Yoweni, apa yang sudah disepakati antara tim anggaran eksekutif dan legislatif terhitung sejak Juli hingga akhir tahun 2016. Sedangkan perhitungan tahun anggaran 2016, akan dibicarakan lagi pada saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.
Kepala Puskesmas Perawatan Wanggar, Tarman mengingatkan agar jangan hanya retorika belaka tetapi harus diwujud-nyatakan. Masa retorika sudah berlalu, sekarang kita butuh pembuktian. (ans)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2