DPRD Minta Perhatikan Insentif Perawat RSUD

NABIRE – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Mathias Pigay meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Nabire melalui instansi terkait agar memperhatikan kesejahteraan terutama insentif bagi perawat dan bidan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Karena, perawat dan bidan menangani keselamatan nyawa manusia, sebagai bengkel manusia sehingga kesejahteraan mereka juga harus seimbang dengan tugas dan tanggung jawab petugas di rumah sakit.

Permintaan tersebut disampaikan Mathias Pigay saat diskusi antara gabungan komisi-komisi dengan eksekutif saat Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Nabire, Sabtu (15/8) yang dipimpin Wakil Ketua I, Marcy Kegou yang juga dihadiri Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda bersama pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Nabire.
Mathias menilai insentif yang diterima perawat kurang seimbang dengan inentif yang diterima dokter selama ini. Padahal, para perawat di rumah sakit bekerja untuk kemanusiaan, demi keselamatan nyawa manusia. Oleh sebab itu, tugas dan pengabdian mereka harus dihargai pemerintah dengan wajar khususnya insentif yang harus dibayarkan pemerintah melalui instansi terkait.
“Saya persoalkan itu karena nyawa manusia, kalau seperti bengkel lain, saya tidak perlu persoalkan. Karena itu, pemerintah melalui instansi teknis memperhatikan insentif perawat dan bidan di rumah sakit,” pintanya.
Sebelumnya, beberapa perwakilan perawat dari RSUD Nabire mengeluh, insentif yang mereka terima tidak seimbang dengan beban kerja dengan insentif yang diterima dokter umum dan dokter spesialis di daerah ini. Insentif yang diterima dokter umum saja, tidak berimbang, apalagi dengan dokter spesialis. Padahal, sebagian besar beban kerja ditangani oleh perawat dan bidan. (ans)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2