Pilih Calon Pemimpin yang Bisa Memajukan Daerah

NABIRE - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015, di era ini untuk menentukan siapa pemimpin daerah kedaulatannya sudah pasti ada di tangan rakyat. Mengukur janji-janji manis dan visi, misi yang begitu indah, masyarakat harus punya data yang baik terhadap calon pemimpin, masyarakat juga harus bisa melihat latar belakang dan aktifitasnya, apa saja yang dibuat selama hidupnya, bagaimana sikap terhadap organisasi masyarakat yang ada dan lain sebagainya.

 

“Oleh karena itu, jika pemilih melihat seseorang atau calon pemimpin tidak cocok dengan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati, alangkah baiknya pilih saja calon pemimpin lain yang bisa memajukan daerah dan masyarakatnya,” Demikian diungkapkan Profesor Bidang Riset Bidang Intermestic Affairs Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, Prof. Dr. Ikrar Nusabhakti, APU ketika bertindak sebagai narasumber pada acara diskusi publik 01 Nabire terbaik yang digelar atas kerjasama LP3M dan FISIP USWIM Nabire belum lama ini.

Di tempat yang sama, Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran Bandung, Prof. DR.Drs.H.Utang Suwaryo, MA mengatakan, jika calon bupati nantinya menjadi pemimpin daerah harus bisa tunjukan bahwa apa yang disampaikan itu benar dan dapat dirasakan oleh masyarakat. Komitmen dari calon bupati apakah nanti konsisten atau tidak memang secara umum kita bisa melihat dari kerja dan kinerja secara kongkrit sesuai dengan misi dan visi dan proses komunikasi politik dengan masyarakat.

“Suatu daerah tidak mungkin aman seratus persen namun harus meminimalisir, atau di suatu daerah masyarakatnya tidak mungkin mampu semuanya akan tetapi pasti ada yang kurang mampu. Tetapi terjadi di daerah banyak masyarakat melihat dari hal-hal yang negatif saja, hal ini dapat terjadi karena tidak dibangunnya komunikasi politik dari pemimpin. Oleh sebab itu, pemimpin harus bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa, saya sudah berusaha dan berbuat untuk rakyat. Meskipun, tidak berhasil seratus persen atas janji politiknya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Drs. Johny Pasande dalam pandangannya mengatakan, komitmen dari seorang pemimpin jangan hanya bicara soal visi misi, akan tetapi harus konsisten dengan apa yang ia bicara atau janji kepada masyarakat. Karena, kalau misalnya visi misinya oke, akan tetapi tidak dibarengi dengan komitmennya apalah artinya visi misi itu.

 

“Karena itu menurut saya, ada empat hal yang perlu diperhatikan Nabire kedepan adalah, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan bagaimna bisa merangkul semua komponen yang ada di masyarakat,” papar Sekda Johny.(rik)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2