Nabire Tidak Membutuhkan Koruptor dan Nepotisme

NABIRE - Kabupaten Nabire lima tahun mendatang harus dipimpin oleh bupati yang benar-benar memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat. Untuk mejawab kebutuhan dasar masyarakat di kabupaten ini, pemimpin harus bisa menghindari praktek korupsi dan nepotisme. Hal ini perlu diperhatikan oleh para calon bupati yang telah ditetapkan KPUD Nabire.

Pasalnya, kenyataan di Kabupaten Nabire lima tahun kemarin pemimpin daerah nampaknya tidak serius membangun kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga banyak pihak merasa tidak puas dengan janji-janji politik yang disampaikan ketika melakukan kampanye.

”Saya atas nama masyarakat lima distrik yakni, Distrik Yaro, Uwapa, Menou, Dipa dan Siriwo dengan tegas mengatakan bahwa kedepan Nabire tidak membutuhkan koruptor dan nepotisme. Khusus masyarakat lima distrik tidak mau korban politik lagi, tetapi kedepan kami mau diperhatikan oleh pemimpin,” demikian seperti ditegaskan salah satu tokoh masyarakat, Yunus Tebai kepada media ini, Selasa (25/8), di Nabire.

Dijelaskannya, kebutuhan dasar yang mestinya dibangun oleh pemimpin Nabire lima tahun kemarin adalah, bidang pembangunan infrastruktur, bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang ekonomi dan bidang iman dan taqwa. Karena tidak ada sentuhan pembangunan kebutuhan dasar di lima distrik di Kabupaten Nabire, maka kedepan siapapun dia yang menjadi pemimpin di Nabire jangan memberikan janji yang muluk-muluk akan tetapi yang dibutuhkan  adalah bukti.

”Sudah cukup, kami adalah korban politik, oleh karena itu kedepan kami jangan korban lagi. Kami mau bangkit dan mau melangkah, oleh sebab itu pemimpin Nabire kedepan jangan buta dengan masyarakat yang ada di daerah terpencil. Kami juga mau nikmati, pembangunan jalan, jembatan, lapangan terbang, kesehatan, hidup ekonomi yang lebih baik, anak-anak juga mau sekolah seperti saudara-saudara lain,” urai Yunus yang juga adalah anggota DPRD Kabupaten Nabire ini.

Ditambahkan Yunus, dari tujuh pasangan calon Bupati Nabire yang ditetapkan KPUD Nabire, hingga saat ini dirinya bersama sejumlah masyarakat sedang membangun komunikasi soal sosok calon pemimpin yang perlu mendapat simpati dan perlu mendapat dukungan dari masyarakat yang sudah menjadi korban pemabungan selama ini.

”Sebagai masyarakat kami sedang mempelajari latar belakang, aktifitas, apa saja yang dibuat selama ini oleh para kandidat ini. Semua ini kami lakukan dengan harapan masyarakat dan daerah kami tidak jalan di tempat seperti kemarin tetapi harus maju dan bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya. (rik)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2