Rakyat Dipa dan Menou, Tak Butuh Perhatian Orang Dogiyai

NABIRE - Beras untuk masyarakat yang dinilai kurang mampu atau biasa

disingkat Beras Miskin (Raskin) merupakan program pemerintah untuk dua

Distrik Dipa dan Menou pada dua triwulan berjalan lancar sesuai

kemauan masyarakat yang ada di dua distrik itu.

 

Pernyataan dan pendapat yang dimuat media ini edisi Kamis, 20 Agustus

2015 yang dikomentari oleh salah seorang pegawai Distrik Sukikai

Selatan Kabupaten Dogiyai tentang alokasi Raskin triwulan kedua di

Distrik Dipa dan Menou mendapat tanggapan balik dari generasi muda

asal Distrik Dipa dan Menou. Salah seorang tokoh generasi muda yang

juga Sekretrais Distrik Dipa, Agus Magai mengatakan, opini publik yang

disampaikan saudara Kristianus Tagi harus mengacuh pada aturan.

“Pengabdian saya itu dimana dan kami Distrik Dipa dan Menou menganggap

saudara berkomentar tentang Raskin karena secara aturan wilayah kerja

saudara Kritianus Tagi adalah Kabupaten Dogiyai di Distrik Sukikai

Selatan. Edisi Kamis 20 Agustus 2015 oleh Kristianus Tagi salah

sasaran, jadi kalau mau demo ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

atau Dolog percuma saja karena para kepala kampung, sekretaris

kampung, para aparat kampung serta seluruh masyarakat di wilayah kerja

pemerintahan di dua ini, Magai merasa mereka sudah menikmati alokasi

Raskin tersebut, jadi ia pikir masyarakat Dipa dan Menou tidak akan

demo kecuali bawa turun masa dari Distrik Sukikai Selatan Dogiyai.

Kami di Distrik Dipa dan Menou Triwulan pertama dan kedua sudah

nikmati sesuai kemauan masyarakat dan dalam waktu dekat juga kami akan

menikmati triwulan ketiga,” papar Agus.

Dikatakan Agus , dalam situasi begini biasa saja muncul salah satu

tokoh intelktual buatan (palsu), pada hal orang yang tempat kerja dan

tinggal di Distrik Suksel Dogiyai datang mengatur Distrik Dipa dan

Menou Kabupaten Nabire.

“Inikan tidak benar dan secara aturan melanggar atau merampas urusan

dan hak-hak orang lain,” ujar Agus seraya mengatakan ada orang-orang

yang berdiri dibelakang Kristianus Tagi dan sedang membangun opini

publik yang tidak benar dan tidak mendidik terhadap pengalokasian

Raskin Dipa dan Menou.

Lanjutnya, biarkan rakyat sendirilah yang mengatur sesuai kemauan

mereka. Rakyat Dipa dan Menou yang tinggal Nabire maupun intelek lain

untuk tidak ikut campur soal pengalokasian Raskin Dipa dan Menou.

Mewakili masyarakat Dipa dan Menou, pihaknya menyatakan dengan tegas,

bahwa jangan tau komentar dengan tanpa barang bukti yang jelas. Tetapi

harus mengecek kebenaran atau turun lapangan, apakah sudah dinikmati

masyarakat atau belum? Apa lagi dalam waktu dekat kami mau terima

triwulan ketiga alokasi Raskin Dipa dan Menou sesuai mekanisme dan

kebiasaan yang berlaku. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2