Herman Sayori Nakhodai DAD Nabire

NABIRE – Melalui musyawarah dan pemilihan adat secara sah serta sesuai berita acara rekapitulasi dan penetapan ketua Umum Dewan Adat Daerah (DAD) Nabire akhirnya ditetapkan dan memutuskan Herman Sayori sebagai ketua umum DAD Nabire tahun 2015. Dengan ketetapan itu, selanjutnya Herman Sayori didamping sekretarisnya Yohan R. Wanaha berhak menakhodai DAD Nabire periode kedua kedepan.


Ketika bertandang ke Redaksi Papuapos Nabire tadi malam, perwakilan Dewan Adat Papua, John NR Gobai mengatakan, DAD Nabire selama beberapa tahun kemarin sempat mengalami kefakuman dan setelah menantikan lama akhir Senin (31/8) sore ini, DAD Nabire rapat dan melakukan musyararah dan pemilihan ketua dan pengurus yang baru.
“Saya selaku perwakilan DAP memediasi para tokoh masyarakat yang ada di Nabire untuk memilih ketua DAD Nabire. Akhir tadi sore, bertempat di Aula Kesbangpol dan Linmas Nabire dilaksanakan pemilihan, rekapitulasi dan penetapan Ketua DAD Kabupaten Nabire,” jelas John Gobai.
Lanjutnya, pemilihan ini rananya adat dan secara internal kita sudah memilih ketua DAD Nabire. Dan terpilih melalui proses pemilihan saudara Herman Sayori sebagai ketua DAD Paniai didamping sekretarisnya Yohan Wanaha. Pimpinan sidang sendiri diketuai Velentin Wayar didamping 2 anggota, masing-masing Elon Raiki dan Otis Money.
Pada kesempatan itu John mengemukakan, kedepan dewan adat Papua tidak dipandang macam-macam karena dewan adat itu rumahnya anak negeri yang memayungi masyarakat adat, tanah dan sumber daya alam yang ada, sehingga dewan adat ini meski dijadikan mitra oleh pihak manapun, baik pemerintah dan pihak swasta. “Kita membangun rumah anak negeri dengan 6 suku asli yang ada dan kerabat suku-suku lain yang ada di Nabire khususnya dan Papua secara umum,” tandas Sekretaris 1 Dewan Adat Papua dan Ketua Dewan Adat Daerah Paniai ini.
Kedua, tambahnya, idealnya institusi dewan adat itu dilahirkan oleh masyarakat adat sendiri. Jadi kami tadi DAP hanya memediasi untuk masyarakat adat Nabire sendiri memutuskan dan ini harus didukung oleh pemerintah daerah Nabire serta tidak boleh dipandang lain oleh pihak lainnya. “Jadi tadi sore itu telah dilakukan sidang istimewa untuk memilih ketua DAD Nabire (reposisi) atas kefakuman pengurus yang lama baik kegiatan maupun karena ditinggalkan ketua lama yang berhalangan tetap, meninggal dunia,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DAD Nabire Herman Sayori yang juga telah dikukuhkan mengatakan, dewan adat ada mitra pemerintah sehingga perlu ada komunikasi yang baik antara pemerintah dan DAD Nabire maupun dengan pihak lainnya. Selama ini terjadi mis komunikasi antara masyarakat, lembaga adat atau dewan adat dan pemerintah, sehingga banyak juga kehilangan hak-hak masyarakat adat dan terpasung banyak hal bersifat ketidakadilan baik oleh kelompok maupun oknum-oknum tertentu.
Tambah Herman, DAD Nabire adalah wadah universal yang tujuan hadir atau ada untuk satu Nabire, dengan kata lain wadah ini milik semua masyarakat adat Kabupaten Nabire, sehingga tidak bisa kita jadikan wadah atau lembaga ini dijadikan milik kelompok tertentu atau keluarga maupun oknum tertentu, sehingga kita kembali menghidupkan wadah ini untuk kepentingan dan kelangsungan masyarakat adat itu sendiri kedepannya.
Sekretaris Yohan Wanaha menambahkan sedikit dan mengucapkan terima kasih kepada pihak DAP yang telah mefasilitasi musyawarah dan sidang istimewa pemilihan DAD Nabire. Kata Yohan, dirinya selaku sekteratis tentunya akan membenahi soal administrasi dari bawah yang selama ini belum berjalan baik dan waktu dekat juga akan mengundang pemangku adat untuk kita sama-sama duduk dan rembuk. “Karena saya berpikir dan berharap kepada masyarakat Nabire agar mengetahu bahwa hari ini sudah ada ketua DAD Nabire yang baru dan pengurus yang baru nantinya juga. Sekarang sudah ada orang tua, sehingga ketika ada persoalan adat ada tempat untuk kita selesai. Untuk itu kami meminta kiranya semua masyarakat yang ada disini khususnya masyarakat, lembaga adat mendukung kepengurusan DAD Nabire yang baru ini,” jelasnya.
Menjawab pertanyaan media ini terkait tahun ini di Nabire dilaksanakan Pilkada Bupati dan Waki Bupati Nabire, apakah pemilihan tersebut ada muatan politik, secara umum dijelaskan mereka, pemilihan dan musyawarah adat DAD Nabire tidak ada muatan politik di Pilkada Nabire. Pemilihan ketua DAD Nabire ini murni untuk kepentingan masyarakat adat dan masyarakat yang ada secara umum di Kabupaten Nabire, bukan hadir karena ada masalah politik Pilkada Nabire yang akan dihelat 9 Desember 2015 mendatang. (wan)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2