Batalyon 753/AVT akan Dinaikkan Jadi Yonif Raider

NABIRE – Di dalam program Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Darat (TNI-AD) pada satuan-satuan (kesatuan TNI), seperti yang ada di Kabupaten Nabire yakni Batalyon Infanteri (Yonif) 753/Agra Vira Tama (AVT) akan dinaikan kemampuannya atau status kesatuannya menjadi Yonif Raider. Hal ini seperti diutarakan Komandan Resor Militer (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB) saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1705/Paniai, selama 2 hari kemarin.


Jelas Danrem 173/PVB Brigjen TNI Tri Soewandono kepada media ini usai melakukan tatap muka dengan sejumlah prajurit dan PNS segarnisun Nabire di Makodim 1705/Paniai, sesuai dengan program TNI-AD kesatuan-kesatuan yang ada, seperti Yonif 753/AVT yang ada di Nabire akan dinaikkan kemampuan menjadi Yonif Raider.
Hal itu dimaksudkan, lanjut Danrem Tri Soewandono, untuk meningkatkan kemampuan yang kualifikasinya harus ditingkatkan. Artinya, yang sebelum batalyon infanteri biasa akan dinaikkan menjadi Yonif Raider. Itu tentunya, kata Danrem, melalui proses yang panjang dan kemarin ada sekitar 500 anggota Yonif 753/AVT telah melakukan pelatihan di luar Papua.
Ini harapan kita, tambahnya, kedepan ya mudah-mudah akhir bulan September 2015 ini Yonif 753/AVT akan dinaikkan kemampuannya menjadi Yonif Raider. Menjawab pertanyaan media ini, apakah dalam kunjungan kerjanya itu mengecek kesiapan tersebut, terang Danrem Tri, peningkatan kemampuan anggota TNI-AD ini kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat Republik Indonesia.
“Ya mudah-mudah setelah kunjungan ini dan Kunker selanjutnya akan dilaporkan perkembangannya ke Pangdam XVII Cenderawasih. Apakah selanjutnya nanti dirinya yang meresmikan ataupun bapak Pangdam sendiri akan dikordinasikan kembali. Intinya karena pangkalan batalyon ada di Nabire dan akan dinaikkan kemampuannya yang merupakan kebijakan atasan,” tandasnya.
Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan seputar kenaikan status tersebut apa ada hubungannya dengan pelaksanaan Pilkada serentak yang dilakukan di 11 kabupaten di Provinsi Papua termasuk di Nabire, jelas Danrem 173/PVB, tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan itu. Lantaran terkait Pilkada atau pengamanan itu rananya pihak kepolisian. TNI ada hanya sebatas memback up ketika dibutuhkan, sehingga tidak ada hubungan dengan politik di daerah. (wan)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2