Lakukan Riskesdas, Nabire Dibagi 19 Blok

NABIRE - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Yulian Agapa, SKM, M. Kes kepada wartawan, Rabu (1/5) di aula Kesuma Foto, usai menutup Workshop Training Center (TC) Penyiapan Enumerator Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013 mengatakan, Riset yang dilakukan nanti oleh enumerator, adalah merupakan salah satu bentuk sensus kesehatan, guna mengumpulkan data-data terkait dalam pelayanan di bidang kesehatan di suatu wilayah.

Data-data yang diambil atau diriset nanti, diantaranya, program kesehatan ibu dan anak, gisi, imunisasi, program kesehatan lingkungan, program pemberantasan penyakit menular, mengatahui rasio bidan dan desa, rasio dokter dan Puskesmas. Sehingga data-data tersebut akan dikumpulkan oleh enumerator dan diberikan kepada Dinas Kesehatan masing-masing kabupaten untuk selanjutnya dilaporkan ke tingkat provinsi dan pusat.
Lanjutnya, hasil dari riset tersebut selanjutnya akan dinilai, dan akan diketahui peringkatnya, sehingga ketika nilai dari hasil riset ini tinggi, berarti wilayah tersebut masih membutuhkan pelayanan kesehatan yang menjadi prioritas utama, baik di tingkat kampung, kabupaten dan provinsi. Dan dari nilai peringkat tersebut, atau yang biasa disebut dengan nilai Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang tertinggi akan diletakkan pada urutan pertama, begitupun seterusnya, sampai dengan tingkat terendah dan itu berlaku untuk tingkat kabupaten dan provinsi. Jadi, kabupaten atau provinsi yang mempunyai nilai IPKMnya rendah, berarti kabupaten/kota atau provinsi tersebut masih dianggap bermasalah dengan masalah kesehatan di wilayahnya. Dan ini berlaku untuk semua provinsi yang ada di Indonesia.
“Dari data ini, nantinya akan digunakan untuk perencanaan pembangunan kesehatan masyarakat kedepan, yang nantinya akan diusulkan kepada kementrian kesehatan RI, melalui tingkat provinsi, dan nantinya akan diberikan dalam bentuk uang atau barang, itu tergantung dari kementrian kesehatan, sehingga masalah kesehatan disuatu wilayah sesuai dengan hasil riset tadi, bisa lebih cepat teratasi,” paparnya.
Untuk wilayah Dinas Kabupaten Nabire, dibagi menjadi 19 Blok Sensus atau Riset, yang dibagi menjadi 3 Kelompok Riset dan masing-masing kelompok sebanyak 5 Orang.  daerah-daerah yang nantinya akan di riset oleh para Enumerator meliputi, Distrik Uwapa di Desa Marga Jaya, Distrik Menou Kampung Yageugi, Distrik Dipa di desa Dikiya, Distrik Wanggar di Desa Wiraska, Distrik Nabire Barat di desa Kali Semen., sedangkan untuk distrik Nabire, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kelurahan Kali Bobo, Kelurahan Morgo, Kelurahan Oyehe, kelurahan Karang Tumaritis, Kelurahan Girimulyo, Desa Kali Harapan dan Desa Kali Susu. Selanjutnya, Distrik Teluk Kimi meliputi, Desa Samabusa. Dan Distrik Makimi di Desa Manunggal Jaya. Dan Di Distrik Yaro akan dilaksanakan riset di Desa Bomopai. (cad)      

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2