Puskesmas Kimi Siap Melayani Pasien HIV

NABIRE - Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire kembali membuka satu layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) lagi agar dapat melayani pemeriksaan dan pengobatan bagi pasien HIV. Kali ini Puskesmas Kimi dipersiapkan agar mampu melaksanakan pemeriksaan serta menjadi Puskesmas follow up bagi pasien HIV. Puskesmas follow up merupakan Puskesmas yang melayani pemberian obat ARV kepada pasien HIV, namun pada tahap awal pengobatan akan diberikan oleh RSUD Nabire dan  selanjutnya pasien dapat mengakses pengobatan ARV di Puskesmas.

Berbeda dengan Puskesmas lainnya, sebagai contoh Puskesmas Wanggar Sari, yang menjadi Puskesmas satelit ARV artinya Puskesmas dapat langsung memberikan pengobatan ARV kepada pasien yang ditemukan positif HIV karena Puskesmas memiliki tenaga dokter. Dengan dibukanya Puskesmas Kimi sebagai Puskesmas follow up diharapkan dapat semakin mempermudah pasien dalam mengakses pengobatan serta dapat semakin banyak menemukan kasus HIV, IMS dan TB.    
Dalam upaya tersebut Dinas Kesehatan abire bersama dengan Tim Perawatan, Dukungan dan Pengobatan(PDP) RSUD Nabire melaksanakan kegiatan Mentoring Klinis di Puskesmas Kimi. Kegiatan Mentoring Klinis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas kesehatan di Puskesmas Kimi agar semakin mampu dalam memberikan pelayanan PDP bagi pasien HIV, IMS dan TB. Hal ini merupakan program yang sedang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Australia melalui CHAI (Clinton Health Access Initiative) yakni Program Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan (PAKP) HIV-AIDS di Tanah Papua.
Dalam kegiatan mentoring tidak hanya diberikan kepada perawat, tetapi juga diberikan kepada tenaga farmasi dan petugas pencatatan dan pelaporan. Sedangkan untuk petugas laboratorium, Puskesmas Kimi telah memiliki tenaga yang berpengalaman dalam melakukan pemeriksaan HIV, IMS serta TB.
Kepala Puskesmas, Irene Kaiwai, sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Nabire yang melibatkan Puskesmas Kimi dalam menjalankan program tersebut. Kepala Puskesmas menyampaikan komitmennya dalam menjalankan program dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diantaranya seperti akan menawarkan kepada semua pasien yang berkunjung di Puskesmas Kimi untuk mengikuti pemeriksaan HIV serta langsung diberikan pengobatan kepada pasien yang ditemukan positif terinfeksi HIV dengan merujuk ke RSUD Nabire untuk mendapatkan pengobatan.
Hal ini tentu harus dilakukan mengingat prevalensi HIV di Papua mencapai 2,3 persen, dimana kasus HIV tidak hanya ditemukan pada populasi kunci seperti PSK, tetapi juga kasus HIV sudah ditemukan pada populasi umum seperti ibu rumah tangga dan remaja.
Lebih lanjut, Alfred Lambey, SKM, M.Kes, selaku pengelola program mewakili Kepala Dinas Kesehatan Nabire dalam menghadiri kegiatan mentoring klinis menilai bahwa Puskesmas Kimi merupakan salah satu Puskesmas yang sangat bagus terlihat dari komitmen dan semangatnya dalam menjalankan program ini.
Lambey menjanjikan, akan menyampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk mempertimbangkan penempatan tenaga dokter di Puskesmas Kimi agar menunjang pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas kepada masyarakat bisa semakin maksimal.
Selain Puskesmas Kimi, saat ini Kabupaten Nabire telah memiliki 9 layanan yang telah mampu melayani pemeriksaan dan pengobatan bagi pasien HIV diantaranya RSUD Nabire, Puskesmas Bumiwonorejo, Puskesmas Karang Tumaritis, Puskesmas Karang Mulia, Puskesmas Nabire Kota, Puskesmas Samabusa, Klinik St. Rafael, Puskemas SP 1 Kalibumi, Puskesmas Siriwini, dan Puskesmas Wanggarsari. Sedangkan untuk Puskesmas Kalibobo, Puskesmas Legari, Puskesmas Sanoba serta Puskesmas SP 3 Wadio baru mampu melayani pemeriksaan HIV.
Perlu diketahui bahwa pemeriksaan HIV serta pengobatan bagi pasien HIV diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat yang berada di Papua dan hasil dari pemeriksaan HIV terjamin kerahasiaannya, untuk itu kesadaran dari masyarakat untuk memeriksakan diri ke layanan-layanan kesehatan yang telah disebutkan di atas sangat penting.(wan)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2