Persatuan To’Siba Nabire Peduli Pendidikan

NABIRE - Sebagai Organisasi Sosial Kemasyarakatan (ORMAS) dan juga sebagai Badan Pilar dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Persatuan Warga Sinjai Bulukumba atau lebih dikenal dengan sebutan To Sinjai na Bulukumba di singkat To‘ Siba Nabire yang telah terbentuk pada tanggal 4 April 2004 lalu banyak memberikan andil dalam pembangunan daerah dan pengabdian terhadap warga masyarakat, khususnya warga Sinjai Bulukumba yang berdomisili di Kabupaten Nabire.

Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang telah dilaksanakan oleh persatuan To‘ SIBA Nabire, diantaranya, pertemuan rutin bulanan dalam rangka mempererat hubungan silaturrahim antar sesama warga, memfasilitasi untuk meringankan urusan warga, urusan pernikahan, sakit, kedukaan, maupun hal-hal lain yang diperlukan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam rangka untuk meringankan beban warga.
Kegiatan sosial kemasyarakatan yang telah dilaksanakan oleh persatuan To‘ Siba Nabire tidak hanya terbatas bagi warga Sinjai Bulukumba, tetapi juga diluar warga To’ Siba Nabire, diantaranya penyantunan anak Yatim, anak piatu, anak Yatim Piatu dan anak yang berkekurangan yang direkrut langsung oleh warga To’Siba yang tersebar dari berbagai wilayah diantaranya berasal dari Siriwini, Kalibobo, Bumiwonorejo, Waharia-Sanoba, Kalisusu-Karang Tumaritis, Samabusa dan Panti Asuhan/Pondok Pesantren Hidayatullah Sanoba, juga eksistensi warga To’siba dalam kegiatan sosial kemanusiaan meringankan beban warga masyarakat yang terkena musibah banjir dan kebakaran, serta pembangunan masjid.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Persatuan To’ SIBA Nabire, Muhammad Nasir melalui sekretarisnya, Aswadi Hamid saat dikonfirmasi oleh media ini (Kamis, 10/9).
Selain itu, Aswadi Hamid juga menuturkan bahwa persatuan To’ SIBA Nabire juga turut andil dalam pembangunan daerah Nabire, diantaranya pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui dunia pendidikan, penciptaan kondisi Nabire yang aman dan nyaman melalui penyadaran warga, memberikan ide-ide kreatif, solusi yang menarik dalam menjalankan pembangunan daerah kabupaten Nabire yang kita cintai bersama.
Di dunia pendidikan, persatuan To’Siba Nabire telah memberikan ruang kepada Yayasan Matoa Cita Husada (MACIDA) Nabire, Yayasan Persada Nabire untuk memberikan sosialisasi terkait program pendidikan yang dijalankan oleh kedua yayasan tersebut, mengajak warga To’Siba Nabire agar dapat menyekolahkan putra/putrinya menempuh pendidikan di sekolah yang didirikan oleh kedua yayasan tersebut serta membantu meringankan biaya sekolah bagi anak-anak kaum dhuafa atas kerjasama To’Siba Nabire dengan sang darmawan, H. Syamsul Akmar.
Diinternal warga To’Siba Nabire sendiri, para orangtua mendorong anak untuk menuntut ilmu pengetahuan setinggi-tingginya sehingga dapat mengukir prestasi. Sebut saja tahun ini, salah satu putri dari warga To’ Siba berhasil menyandang predikat I pada Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Nabire dan masuk 10 besar pada tingkat Propinsi Papua atas nama Hilmi Amalia Fahri. Selain itu, putri dari warga To’Siba juga berhasil tembus ‘bebas tes’ di Universitas Hasanuddin Makassar pada jurusan Agro Tekhnologi atas nama Nurul Amalia.
“Manusia memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lain ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, sebab manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk penciptaan. Namun kemuliaan manusia bukan terletak pada penciptaannya yang baik, tapi tergantung pada kiprahnya menjalankan tugas dan peran yang telah digariskan Sang Pencipta,” tutur Aswadi Hamid.
Diakhir komentarnya, Aswadi Hamid menambahkan manusia adalah makhluk sosial yang menuntut untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Hal inilah yang mendasari perlu adanya kepekaan sosial dan pengabdian terhadap sesama manusia.(wan)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2