Dokter Dinilai Pentingkan Praktik Swasta, Ketimbang Tugas Pelayanan di RSUD

NABIRE - Para dokter yang ada di Kabupaten Nabire dinilai lebih memilih dan senang buka praktik swasta dari pada (baca : ketimbang) mengutamakan dan melayani masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ataupun di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), yang merupakan tugas utama pelayanan di instansi pemerintah sebagai pegawai negeri sipil.

Apalagi, seperti diterangkan sumber terpencaya media ini, dokter yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD pada sore hari, bahkan kadang tidak ada dokter umum maupun spesialis, lantaran rata-rata para dokter yang ada ini mereka memilih atau bahasa lain lebih senang ditempat praktik umum mereka.
Sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire diminta dan meskinya segera menertibkan kegiatan praktik-praktik dokter di Nabire, karena RSUD dikelola dengan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang jumlahnya tidak kecil.
“Jangan memberatkan masyarakat dengan cara tidak praktek atau menjalankan tugas di RSUD, tapi lebih memilih di tempat atau membuka praktik swasta diluar,” terang sumber yang enggan dikorankan namanya kepada wartawan media ini pekan kemarin.
Sementara itu, terkait masalah ini ada beberapa bupati yang sangat tegas, bahkan dalam menyikapi persoalan tentang nakalnya dokter dalam memberikan pelayanan ke publik, tidak tanggung-tanggung akan memberikan sangsi hingga pemecatan. Apalagi ketika status dokter itu sudah diangkat menjadi PNS. “Saya mempersilahkan mundur dari PNS apabila para dokter dengan status PNS lebih mengutamakan tugas praktik swasta dibandingkan menjalankan tugas pelayanan di instansi pemerintah,” terang seorang bupati pada suatu daerah tertentu yang dikutip dari beberapa sumber media ini.
Pada kesempatan tersebut, bupati ini juga mengingatkan kepada para dokter penerima SK CPNS untuk kembali ke jati dirinya sebagai PNS, yang harus mengutamakan tugas pelayanan di instansi pemerintah. Lebih khusus bupati minta kepada para dokter spesialis dan tenaga medis lainnya, untuk kembali pada kodratnya dengan lebih mengutamakan pengabdian di instansi pemerintah tempatnya bertugas, ketimbang memikirkan usaha atau praktik swastanya.
Karena menurutnya, realita yang ada saat ini masih banyak dokter spesialis dan tenaga medis yang cenderung lebih mementingkan praktik swastanya. Hal ini menjadi problem besar, karena kemudian membuat mereka lupa akan tugas utamanya, dan ogah-ogahan ketika melayani di Puskesmas maupun rumah sakit pemerintah.
“Saya minta mulai hari ini kita tata kembali manajemen dan pola pikir. Karena sejak awal dokter spesialis, bidan, perawat, memang telah mengambil takdir menjadi PNS. Untuk itu, ia harus konsekuen. Artinya porsi hidupnya memang untuk pengabdian kepada sesama. Kalau dokter spesialis dan dokter lainnya hanya berpikir ingin jadi wiraswastawan dan lebih mementingkan praktik swasta, ya lebih baik nyopot dari PNS saja,” ujarnya.
Memang bupati mengakui, bahwa tidak ada larangan seorang dokter maupun tenaga medis lain untuk membuka praktik atau nyambi di rumah sakit swasta. Namun, hal itu juga tak serta merta membuat mereka se-enaknya menghabiskan waktunya untuk praktik di luar, dibanding melayani di rumah sakit pemerintah. Pasalnya, selain digaji dari uang negara, tuntutan dan tantangan pelayanan kepada masyarakat ke depan juga semakin berat.
“Jika semangat pengabdian total itu sudah tidak dimiliki, saya sebagai bupati mempersilakan para dokter atau tenaga medis itu, untuk keluar dari statusnya sebagai PNS. Saya berharap agar para dokter untuk kembali pada konsep berpikir totalitas pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. (ist/wan)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2