Tambal Sulam Jalan Tak Teliti

NABIRE - Tambal sulam, pengaspalan jalan di ruas Wadio-Perempatan SP 1-2 dinilai tak teliti. Sebab, perbaikan ruas jalan tersebut yang dilaksanakan setahun lalu tidak berumur, kini sudah banyak lobang. Hal ini terlihat di sekitar pemancar Wadio dan depan Kampung Wadio (SP 3).


Beberapa warga mengeluh karena ruas jalan iini sudah dilakukan tambal sulam beberapa kali selama lima tahun terakhir ini tetapi kualitasnya tak mampu bertahan dua tahun. Bahkan, belum setahun, masih terdapat lobang di mana-mana,  Masih saja ada lobang di jalan, sekalipun baru beberapa silam dilakukan tambal sulam.
“Ah ini sengaja. Kalau jalan mulus, nanti tidak ada pekerjaan. Jadi pasti ada mainan antara Dinas Pelerjaan Umum (DPU) dan kontraktor, sengaja menyimpan lobang lain supaya ada pekerjaan untuk tahun depan,” tutur beberapa warga yang enggan disebutkan jati dirinya.
Warga menilai demikian, pembiaran lobang-lobang tertentu, sekalipun kecil, ketika kena panas dan hujan selama beberapa bulan saja, lobang makin lama makin melebar sehingga merusak badan jalan. Akibatnya, sekalipun ada pekerjaan tambal sulam, masih saja ada lobang di ruas jalan tersebuit.
Warga menilai saat awal survey yang dilakukan dengan penandaan sekitar lobang yang perlu ditambal sulam, entah sengaja atau tidak, pihak yang diberikan kepercayaan untuk menandai bagian-bagian jalan yang perlu diperbaiki, menyisakan  lobang-lobang lain. Sekalipun, sudah ada lobang yang menganga, oknum-oknum yang ditugasi untuk mengecek lobang-lobang tersebut melalaikan menandainya.
Menurut pantauan media ini, penandaan lobang-lobang yang tengah dikerjakan di ruas jalan Wadio-Perempatan (SP 1-2), mulai dari jembatan Wadio hingga jembatan Wadio kecil saja, tidak sedikit lobang yang terlihat bersih, tidak ditandai lobang-lobang tersebut. Petugas yang dipercayakan untuk survey kerusakan badan jalan  tersebut tidak teliti sehingga petugas membiarkan lobang lain untuk pekerjaan tahun depan.
Beberapa warga yang dimintai tanggapannya mengatakan, kalau pemerintah berniat menambal jalan, ya tambal seluruh badan yang terlihat berlobang, jangan membiarkan lobang lain untuk pekerjaan tahun depan. Karena, dengan cara seperti ini masyarakat kecil saja bisa meniliai itu pekerjaan asal  tambal sulam dan boros-boros anggaran daerah. (ans)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2