Sejumlah Staf Kebersihan Tolak Pejabat Baru

NABIRE - Sejumlah staf Kantor Kebersihan, Pemakaman dan Pertamanan Kabupaten Nabire menolak pejabat baru kepala kantor instansi itu. Penolakan mereka ditandai dengan pemasangan spanduk dengan bertuliskan “Kami menuntut janji Bapak Bupati dan menolak pejabat baru” yang dipasang didepan kantor tersebut.

Seperti yang diketahui bahwa Penjabat Bupati Nabire telah melakukan mutasi pejabat eselon III di lingkungan pemerintahan daerah Kabupaten Nabire dan satu diantaranya adalah Kepala Kantor Kebersihan, Pemakaman dan Pertanaman Nabire.
Kepada Papuapos Nabire, Kepala Seksi Pertamanan Kantor Kebersihan, Pemakaman dan Pertamanan Kabupaten Nabire, Oswal Sobuber mengatakan, penolakan dilakukan bukan dengan mutasi atau pergantian yang dilakukan oleh Penjabat Bupati Nabire, tetapi kepada figur yang didaulat sebagai kepala kantor, pasalnya pejabat baru bukan berasal dari internal kantor tetapi dari luar.
“Kami menolak bukan kebijakan bapak penjabat bupati yang melakukan pergeseran/pergantian, tetapi kepada siapa yang akan memimpin kami,” ungkapnya.
Kami, lanjutnya, menginginkan yang menjadi kepala kantor disini adalah orang dari dalam/internal sehingga mengerti dan memahami betul tentang tugas dan fungsi kantor kebersihan, pemakaman dan pertamanan, bukan orang dari luar. “Yang kami tolak karena yang dilantik sebagai Kepala Kantor Kebersihan, Pemakaman dan Pertamanan adalah orang dari luar,” tandasnya.
Disamping itu, pejabat baru yang akan ditempatkan harus mempunyai track recort, ilmu dan pengalaman untuk memimpin sebuah instansi. “Disamping orang dalam, kami juga meminta pejabat baru harus memiliki ilmu pengetahuan tentang kebersihan, pemakaman dan pertamanan,” tambahnya.
Saat ditanya ada tulisan dalam spanduk “Menuntut janji bapak bupati”, Oswal Sobuber menerangkan, bahwa sebelumnya penjabat bupati berjanji untuk mengambil orang dari dalam/internal instansi itu untuk menjadi kepala kantornya, namun dalam kenyataannya orang dari luar yang diambil.
Menurutnya, untuk menuntut janji itu, pihaknya akan menemui penjabat bupati untuk mempertanyakan hal itu. “Kami akan bertemu bapak bupati untuk meminta kejelesan masalah ini,” katanya. (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2