Dewan Nyatakan Siap Tindak Lanjut Aspirasi Pemekaran Nabire Timur

NABIRE - Masyarakat yang berasal dari lima distrik di Kabupaten Nabire bagian timur masing-masing, Distrik Makimi, Napan, Mora, Wapoga dan Distrik Siriwo menyatakan siap untuk membentuk satu kabupaten baru yaitu, Kabupaten Nabire Timur melalui deklarasi yang dilakukan di Halaman Kantor Distrik Makimi, Rabu (16/9) kemarin siang.
Seusai deklarasi pemekaran Nabire Timur, Ketua I DPRD Kabupaten Nabire, Marci Kegou, S.Sos kepada media mengatakan, sebagai wakil rakyat mengapresiasi dan sangat mendukung aspirasi rencana pemekaran kabupaten masyarakat 5 distrik Nabire bagian timur. Oleh sebab itu, setelah menerima aspirasi pihaknya akan menindaklanjuti harapan dan keinginan masyarakat sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Setelah menerima aspirasi lembaga DPRD Nabire tidak akan tinggal diam, tetapi terus mendorong aspirasi masyarakat ini sampai terwujudnya pemekaran Kabupaten Nabire Timur,” tegas Marci Kegou seusai deklarasi pemekaran Nabire Timur di Lagari.
Di tempat yang sama, Penjabat Bupati Nabire Sendius Wonda, SH.,M.Si mengatakan, aspirasi ini akan ditampung oleh lembaga DPRD Nabire. Selanjutnya, DPRD Nabire akan menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku di dewan. “Pada prinsipnya, DPRD Nabire dan pemerintah telah menerima aspirasi masyarakat sehingga akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur dan kewenangan kita masing-masing,”ungkapnya.
Menyinggung permintaan masyarakat rekomendasi bupati Nabire agar selanjutnya melengkapi sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi, kata Sendius, semuanya akan dibahas dulu di DPRD Nabire. “Sedangkan tugas Bupati Nabire adalah menindaklanjuti hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten,” katanya.
Diakui Bupati Sendius, sesuai undang-undang seorang penjabat bupati dilarang untuk mengurus pemekaran kabupaten, akan tetapi apa yang dilakukan hari ini yaitu deklarasi rencana pemekaran kabupaten Nabire Timur adalah hanya menampung aspirasi masyarakat. “Namun demikian, pemerintah punya tugas untuk menyiapkan pagu dana soal rencana pemekaran kabupaten Nabire timur ini. Untuk mendukung dan menindaklanjuti asprasi masyarakat sudah pasti dilanjutkan oleh bupati definitif. Oleh sebab itu, pembiayaan untuk mengurus kabupaten Nabire Timur akan disiapkan oleh pemerintah kabupaten Nabire,” jelas penjabat bupati yang juga adalah alumnus UGM Jogya ini.
Pantauan media ini di tempat pelaksanaan deklarasi pemekaran Kabupaten Nabire Timur, ketika melakukan penandatanganan dukungan pemekaran kabupaten, sejumlah masyarakat dari Distrik Siriwo menyatakan keberatan. Pasalnya, dalam berita acara penandatangan yang disiapkan tim, sejumlah tokoh yang berasal dari Siriwo tidak dilibatkan untuk menandatanganinya.
Selain itu, terlihat juga masyarakat Suku Dani yang menetap di sejumlah distrik di Nabire bagian timur ini juga mengajukan keberatan karena tidak ada perwakilan Suku Dani yang dilibatkan dalam penandatanganan aspirasi tersebut. Namun, setelah mendapat penjelasan dari Bupati Sendius Wonda dan Yehuda Gobai, S.Th.,M.Si bahwa berita acara yang telah disiapkan itu bukan paten, sehingga pasti akan direvisi kembali oleh tim sehingga perwakilan masyarakat bisa tanda tangan.
“Tindakan masyarakat Distrik Siriwo tadi bukan menolak rencana pemekaran kabupaten tetapi hanya kecemburuan sosial saja. Hal seperti ini biasa, tetapi saya sudah minta kepada tim pemekaran supaya, masyarakat Distrik Siriwo dan Suku Dani yang menetap lama di Nabire bagian timur juga punya hak untuk tanda tangan pernyataan dukungan pemekaran Kabupaten Nabire Timur,” papar bupati.
Salah seorang tokoh masyarakat Siriwo, Yakob Uwiya di Lagari kepada Papuapos Nabire menuturkan, dirinya bersama masyarakat sangat mendukung pemekaran kabupaten Nabire Timur. Kami melakukan protes kepada tim hanya karena masyarakat Distrik Siriwo tidak dilibatkan untuk tanda tangan pernyataan dukungan pemekaran kabupaten. “Kami tidak diprovokasi oleh siapa-siapa, protes yang kami lakukan di tempat deklarasi ini adalah murni niat kami. Soal mekar kabupaten Nabire Timur adalah kerinduan dan harapan masyarakat Siriwo,” katanya.(hendrik anouw)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2