Persoalan Sampah, Dibahas di Meja Hijau

NABIRE - Sampah yang tidak ditangani secara serius oleh pemerintah dibawah kepemimpinan Isaias Douw, S.Sos - Mesak Magai, S.Sos, M.Si dalam kepemimpinan lima tahun kemarin mendapat sorotan dari berbagai komponen masyarakat di daerah ini. Mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire (USWIM) Nabire juga sebagai calon pemimpin prihatin dengan kondisi sampah di Kota Nabire yang tentunya mencemari lingkungan. 

Pasalnya, jika sampah tidak ditangani secara baik dan benar maka sangat berbahaya terhadap kesehatan masyarakat. Beberapa tahun terakhir ini, sampah di Kota Nabire kurang mendapat perhatian oleh masyarakat juga pemerintah kabupaten di daerah ini.

Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USWIM Nabire sebelum diyudisium telah mempertanggung jawabkan karya ilmiahnya (skripsi) di meja hijau dengan judul,  “Pentingnya penanggulangan sampah terhadap pencemaran lingkungan di Kota Nabire pada Kantor Kebersihan Pemakaman dan Pertamanan Kabupaten Nabire.”

”Penulis cenderung mengangkat masalah ini, mengingat persoalan sampah  di sejumlah tempat umum di kota Nabire saat ini menjadi perbincangan yang cukup menarik dan harus mendapat perhatian secara serius oleh masyarakat dan tentunya juga oleh pemerintah Kabupaten Nabire. Hal ini dimaksudkan agar kedepan kota Nabire terlihat bersih dan semua pihak dapat melaksanakan aktifitas dalam keadaan yang bersih,” seperti diungkapkan Ani Yuliana Tebai menjawab pertanyaan salah satu dosen penguji soal alasan mengangkat masalah ini dihadapan tim dosen penguji  di Kampus USWIM Nabire belum lama ini.

Dijelaskan Ani yang telah mengikuti pendidikan pada program studi ilmu pemerintahan ini bahwa, untuk menanggulangi sampah di kota Nabire perlu dilakukan koordinasi dengan instansi teknis lainnya. Selain itu, membutuhkan kesadaran masyarakat soal membuang sampah. Artinya, sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus dilakukan baik itu melalui spanduk maupun melalui media cetak dan elektronik yang ada di daerah ini. Selain itu, pemberian upah kepada tenaga kerja juga harus tepat waktu. Karena, pekerjaan membersihkan taman, membersihkan jalan raya maupun mengangkut sampah yang ada di pasar adalah suatu pekerjaan yang mulia.

“Intruksi yang dilakukan Penjabat Bupati  Nabire soal penanganan sampah di Nabire belum lama ini sudah bagus, dengan demikian harus ditindak lajuti secara serius oleh  masyarakat dan pemerintah. Artinya, sosialisasi kepada masyarakat di tingkat bawah juga harus dilakukan. Karena, akibat kurang adanya kesadaran masyarakat  membuang sampah pada tempatnya dan kurangnya sosialisasi soal pentingnya penanganan sampah maka sampah di kota Nabire belum diatasi secara baik dan benar,”jelas salah satu putri Kampung Dogimani Distrik Dogiyai ini.

 

Direkomendasikan Ani Yuliana Tebai, terwujudnya kota Nabire yang bersih  Kepala Kantor DInas Kebersihan, Pemakaman dan Pertamanan, Staf dan pegawai honor harus bisa memainkan peranannya. Selain itu, pimpinan harus tahu mengapa masyarakat belum sadar membuang sampah pada tempatnya. Pemerintah juga harus tahu dan sadar  kekurangan sarana dan prasarana yang harus disiapkan. “Waktu kerja pegawai khususnya mengangkut  sampah lebih baik dilakukan setiap hari. Waktu angkut sampah lebih baik dilakiukan pagi hari pukul 04.00 WIT agar tidak terlihat penumpukan sampah di tempat-tempat umum hal ini penting agar enak dipandang. Siapa yang tidak bangga, jika kota Nabire terlihat bersih seperti dulu,” ucap Ani Yuliana Tebai yang telah dinyatakan lulus dari Podi Ilmu Pemerintahan dengan predikat kelulusan  cumlaude (pujian). (hendrik anouw) 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2