KPU-Panwaslukada Diminta Kerja Sesuai Aturan

NABIRE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Kabupaten Nabire diminta agar bekerja melaksanakan tahapan dan kegiatan pemilihan kepala daerah sesuai dengan aturan pelaksanaan yang diamanatkan di dalam Undang Undang (UU) tentang Pemilihan Kepala Daerah dan penjabaran pelaksanaan yang dituangkan melalui Peraturan Pemerintah, Peraturan KPU dan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Tidak akan ada orang yang berani meneror dan membunuh Komisioner KPU dan anggota Panwaslukada ketika bekerja dengan jujur dan taat pada hukum.

 

Himbauan tersebut disampaikan Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Udin Mardin menyikapi hasil keputusan dua lembaga penyelenggara Pemilu tersebut pada pelaksanaan beberapa tahapan lalu.

Udin menilai, apabila KPU dan Panwaslukada mengambil sebuah keputusan diluar dari aturan, tentunya akan menimbulkan masalah di tengah masyarakat yang bisa mengarah ke konflik horizontal. Tetapi ketika lembaga penyelenggara melaksanakan dan memutuskan sesuatu sesuai aturan dan acuan hukum yang jelas, tidak akan menimbulkan masalah di tengah masyarakat.  Tidak akan ada yang mengancam dan membunuh anggota KPU dan Panwaslukada, kalau bekerja sesuai aturan. Sebaliknya, ketika menyimpang dari aturan, justru dua lembaga penyelenggara Pemilu menciptakan konflik tersendiri di tengah masyarakat.

Menurut Legislator dari Partai Demokrat ini, beberapa keputusan dari dua lembaga penyelenggara seperti penetapan calon perseorangan yang terbanyak di Indonesia, rekomendasi Panwaslukada terhadap dukungan partai yang sementara dalam proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) itu saja menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Udin mencontoh, rekomendasi Panwaslukada yang mengalihkan dukungan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dari pasangan Isaias Douw-Amirullah Hasyim kepada pasangan calon Fabianus Yobe-Yusuf Kobepa itu saja menimbulkan keresahan bagi pasangan Douw-Hasyim karena prosentase dukungannya menurun. Demikian juga, partai Golkar yang Panwaslukada memindahkan dukungannya kepada pasangan Yobe-Kobepa yang semula diberikan kepada pasangan calon Deki Kayame-Adauktus Takerubun. Untuk dukungan Partai Golkar sementara dalam sengketa di PTUN tetapi Panwaslukada tanpa menunggu hasil putusan PTUN sudah memvonis dan memindahkan ke pasangan Yobe-Kobepa.

Disamping dua keputusan diatas, daftar pemilih sementara yang diumumkan KPU juga cukup spektakuler. Penambahan penduduk baru dalam satu tahun terakhir ini bisa mencapai 50.000. Datanya didapat dari mana. Sebab, kata Udin, di rumahnya anggota DPRD Kabupaten Nabire, Moh Iskandar saja tidak ada logo/striker yang ditempel di pintu sebagai penduduk yang sudah terdaftar sebagai pemilih pada Pilkada Nabire tahun ini.

 

Mencermati beberapa keputusan diatas, Ketua Komisi A ini meminta KPU dan Panwaslukada Kabupaten Nabire hendaknya berdiri di atas aturan dan hukum yang terkait dengan pelaksanaan Pemilukada agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Karena, kita semua menghendaki daerah ini tetap aman, tidak ada lagi konflik horizontal di tengah masyarakat. (ans) 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2