Sosilalisasi UU Nomor 6 Tahun 2014, Ditutup Secara Resmi

NABIRE - Bertempat di Aula Sapta Taruna Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Nabire, Jumat (2/10) pukul 16.00 WIT, Penjabat Bupati Kabupaten Nabire, Sendius Wonda, SH.,M.Si yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Nabire, Drs. I Wayan Mintaya, menutup secara resmi, sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dimana, sosialisasi tersebut digelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK) Nabire.

 

Sosialisasi yang berlangsung selama 2 hari ini berjalan aman dan tertib, dimana sebanyak 152 peserta sosialisasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang terdiri dari, seluruh kepala kampung dan bendahara kampung dituntut untuk bisa menjalankan amanat undang-undang tersebut, mengingat UU Nomor 6 Tahun 2014 ini merupakan UU yang wajib diterapkan dan dijalankan oleh seluruh kepala kampung di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, sebelum menutup sosialisasi UU Desa, bupati mengatakan, dengan dikeluarkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, akan membawa perubahan dalam tatanan penyelenggara pemerintah kampung. Dan diharapkan dengan telah disosialisasikannya UU Nomor 6 Tahun 2014, akan tercipta persamaan persepsi menyangkut kewenanangan, koordinasi, penganggaran dan pengawasan, sehingga akan terbangun komunikasi dan dukungan kerja yang baik, antara pemerintah kampung, distrik, kabupaten dan provinsi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik melakukan percepatan pembangunan dan kepercayaan masyarakat kampung.

“Tidak mungkin dalam dua hari bapak, ibu (peserta sosialisasi) dapat memahami semua isi undang-undang yang telah disosialisasikan, pasti memerlukan waktu yang lama. Apalagi yang terkait dengan pengelolaan keuangan desa, terlebih khusus dalam hal pertanggungjawaban pengelolaan keuangan APBD desa atau kampung. Dan hal ini memerlukan kecermatan, ketelitian dan harus mempunyai integritas untuk bekerja secara jujur dan bertanggung jawab, agar kepercayaan di tingkat pemerintah, masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik dan dipertanggungjawabkan dengan baik,” ungkapnya.

Diharapkan pula, kepada seluruh peserta sosialisasi yang terdiri dari kepala-kepala kampung dan bendahara kampung, ketika mengalami hambatan agar tetap melakukan koordinasi dengan tingkat distrik, maupun BPMPK Kabupaten Nabire. Jangan melihat dari jumlah besar dananya yang akan diberikan oleh pemerintah, tetapi bagaimana agar dana yang diberikan tersebut dapat dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan baik, sesuai dengan aturan undang-undang.

Sementara itu, Kepala BPMPK Nabire Menase Yoteni, SH.,M.Si dalam arahannya kepada seluruh kepala-kepala kampung dan bendahara kampung yang ada di seluruh Kabupaten Nabire, untuk mampu mengimplementasikan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dan tidak ada lagi kata-kata bahwa saya tidak mampu atau saya tidak bisa, karena apa yang ada dalam isi UU Nomor 6 Tahun 2014, suka tidak suka, mau tidak mau wajib hukumnya untuk dijalankan oleh seluruh kepala kampung. Semua kampung harus mempunyai rekening khusus kampung, sehingga dana yang akan diberikan oleh pemerintah akan langsung masuk ke rekening kampung, bukan ke rekening pribadi.

 

“Kita coba pamahi aturan ya, kita belajar untuk mengikuti apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita, kita harus berjalan diatas rel, jangan kita menyimpang. Karena, kedepan pengelolaan dana bantuan kampung yang dikucurkan oleh pemerintah harus dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Ketika, seorang kepala kampung tidak mampu mempertanggungjawabkan dana tersebut, maka yang bersangkutan akan berurusan dengan hukum,” tegas Yoteni. (cad)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2