DPT Pilkada Nabire 186.850 Pemilih

NABIRE – Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Nabire tahun 2015 sebanyak 186.850 pemilih. Hal ini sesuai dengan berita acara rekapitulasi jumlah DPT Pilkada Nabire nomor 10/BA.KPU-NABIRE/KWK/X/2015. Jumlah DPT ini tersebar pada 15 distrik di Kabupaten Nabire, dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 334 TPS. Jumlah DPT ini telah ditetapkan oleh KPU Nabire dalam rapat pleno yang digelar, Jumat (2/10) di Kantor KPU Nabire. Rapat pleno KPU penetapan DPT kemarin, dipimpin oleh Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere, S.Sos, M.Si, didampingi anggota Octovianus Takimai, S.IP, Nelius Agapa, ST, Agus Salim, S.Ag, dan Sekretaris KPU Nabire, Michael Mote, SH, M.Hum. Rapat pleno juga dihadiri Forkompimda, Panwas Nabire, sejumlah pasangan calon, tim sukses dari masing-masing pasangan calon, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

 

Dari jumlah DPT yang telah ditetapkan, Distrik Nabire memiliki jumlah pemilih terbanyak yakni mencapai 102.068 pemilih dari 12 desa dengan 159 TPS. Jumlah DPT untuk Distrik Nabire jika diprosentasi, jumlah DPT Nabire sebesar 54,6 persen dari jumlah keseluruhan pemilih di Kabupaten Nabire. Jumlah DPT terbanyak kedua adalah Distrik Teluk Kimi, yakni mencapai 16.503 pemilih dari 5 desa dengan 29 TPS. Di urutan ketiga terbanyak adalah Distrik Nabire Barat dengan jumlah 14.406 pemilih dari 5 desa dengan 24 TPS.

Sementara untuk distrik lainnya, Distrik Dipa dengan 5 desa, jumlah DPT sebanyak 7.253 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 17 TPS. Distrik Makimi dengan 6 desa, jumlah DPT sebanyak 6.444 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 12 TPS. Distrik Menou dengan 4 desa, jumlah DPT sebanyak 5.734 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 4 TPS.

Distrik Moora dengan 5 desa, jumlah DPT sebanyak 1.597 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 5 TPS. Distrik Napan dengan 3 desa, jumlah DPT sebanyak 1.481 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 5 TPS. Distrik Siriwo dengan 6 desa, jumlah DPT sebanyak 5.639 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 14 TPS. Distrik Teluk Umar dengan 4 desa, jumlah DPT sebanyak 1.184 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 5 TPS.

Distrik Uwapa dengan 6 desa, jumlah DPT sebanyak 5.180 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 10 TPS. Distrik Wanggar dengan 6 desa, jumlah DPT sebanyak 8.126 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 16 TPS. Distrik Wapoga dengan 5 desa, jumlah DPT sebanyak 1.554 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 6 TPS. Distrik Yaro dengan 6 desa, jumlah DPT sebanyak 6.491 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 13 TPS. Distrik Yaur dengan 4 desa, jumlah DPT sebanyak 3.190 pemilih dan jumlah TPS sebanyak 6 TPS.

Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere, S.Sos, M.Si, menuturkan, ada kenaikan jumlah penduduk yang cukup signifikan di Kabupaten Nabire dalam hitungan beberapa bulan ini. Bahkan setelah beberapa hari lalu pihaknya meminta data penduduk terkini di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Nabire, didapat jumlah penduduk Nabire sudah mencapai 200.971 jiwa. Hal ini perlu disampaikan, lanjut Rumere, untuk meluruskan beberapa pertanyaan dari sejumlah pihak melalui media, agar kita pahami berasma.

Lebih lanjut dikatakan Rumere, data penduduk yang digunakan oleh KPU Nabire berdasarkan data inormasi yang diterima dari Dirjen Kependudukan Depdagri yang diturunkan ke kabupaten.

“Terkait dengan data kependudukan dan data DPT kita tidak perlu lagi berpolemik di koran, di majalah, karena itu hasil kerja maksimal yang dilakukan oleh penyelenggara. Tidak perlu lagi kita komentar yang macam-macam terkait data DPT yang membuat gaduh di publik ini,” harapnya. 

Sementara itu, Ketua Pokja Pilkada, Octovianus Takimai, S.IP, menuturkan, penetapan DPT itu dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 2 Oktober 2015. Mestinya dilakukan tanggal 1 Oktober 2015, namun beberapa hal teknis di tingkat penyelenggara membuat mundur ke tanggal 2 Oktober 2015, dan ini masih dalam jadwal penetapan DPT. Dikatakannya, DPT ini kemudian akan dijadikan sebagai data jumlah, dari situ akan ketahuan berapa jumlah yang akan memilih pada tanggal 9 Desember 2015.

“Dengan proses yang memakan waktu hampir 1 bulan kita melalui proses yang cukup dinamis. Penyelenggara di tingkat bawah yakni PPD, PPS, PPDP, telah bekerja, namun dalam pekerjaannya banyak hal yang kami temui. Namun kami anggap itu juga merupakan dari dinamika demokrasi yang berkembang,” tuturnya.

Kata Takimai, Kabupaten Nabire sebagai induk dari beberapa kabupaten. Pihaknya yakin bahwa akan membuat Pilkada yang terbaik. Namun hal itu juga lahir dari adanya koreksi maupun tanggapan dari masyarakat terhadap proses yang sedang berjalan.

“Keputusan-keputusan kami ambil dengan sangat hati-hati, karena KPU Nabire pada saat ini adalah KPU yang menetapkan kandidat terbanyak se-Indonesia,” ujarnya.

Anggota KPU Nabire lainnya, Nelius Agapa, ST, menambahkan, terkait dengan daftar pemilih, pihaknya sudah melakukan pembentukan tim PPDP dan sudah bekerja maksimal di lapangan. Dan hasilnya itu yang dinaikan dan pada bulan September sudah ditetapkan sebagai DPS. Penetapan jumlah DPS yang ditetapkan sesuai dengan hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) di lapangan.

“Setelah penetapan DPS tanggal 2 September lalu, ada surat masuk dari Bawaslu maupun Panwas yang menyatakan ada perbedaan data antara DAK2 dengan DPS yang dikeluarkan. Kita tindaklanjuti dengan mengumpulkan PPD untuk selanjutnya mensortir adanya data ganda,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Nelius, penentuan DPT berdasarkan DPT terakhir di Pilpres sebanyak 141.019 pemilih, setelah disinkronisasi dengan DP4 yang diturunkan dari pusat sebanyak 189.442 pemilih, data ini yang diturunkan ke lapangan dilakukan coklit oleh PPDP.

 

“Terjadi pembengkakan jumlah DPS menjadi 192.563 pemilih. KPU menerima data apa yang dinaikan dari bawah, KPU telah maksimalkan monitoring, pengawasan di tingkat bawah, setiap distrik sudah dikunjungi, bagaimana kinerja PPDP, dan bagaimana pengawasan PPS terhadap PPDP. Setelah ada surat masuk dari Bawaslu soal data yang berbeda, kami tindaklanjuti dengan memverifikasi ulang DPS dan ditemukan ada data ganda sebanyak 5.713 pemilih. Dan hasil akhir DPT kita sudah tetapkan, dengan harapan bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya. (ros)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2