Gedung GKI Yahme Diresmikan dan Ditahbiskan Sabtu Kemarin

NABIRE -  Bertempat di Kampung Masipawa Distrik Napan, Klasis Paniai  bakal calon Klasis di wilayah Nabire Timur, Sabtu (31/10) kemarin pukul 10.35 WIT, menggelar kegiatan peresmian dan pentahbisan gedung gereja baru Jemaat Gereja Kemah Injil(GKI) Yahwe dengan penuh semangat dan meriah.

Kegiatan peresmian dan pentahbisan ini diawali dengan ibadah singkat di gedung gereja lama dipimpin langsung oleh Pdt. Yafet Nanti, S.Th dengan pengkhotbah terdapat dalam Injil perjanjian lama Mazmur 95-1-8, renungan Firman Tuhan mengatakan hormatilah Tuhan dan taatilah dia. Mari kita bersorak-sorai untuk Tuhan. Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tanganNya, sehingga kita perlu syukuri dan taat kepadanya.
Ibadah singkat di gedung gereja lama dan selanjutnya, pemindahan alat-alat Zakramen dari gedung gereja lama ke gedung gereja baru lewat prosesi yang berlangsung. Kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama Tugu Perdamaian Injil masuk di Kampung Masipawa oleh masing-masing perwakilan yakni, Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, pemerintah daerah dan masyarakat adat setempat.
Selanjutnya, pengguntingan pita gedung gereja baru dibuka secara resmi oleh Penjabat Bupati diwakili Sekda Nabire Drs, Jhony Pasande dan dilanjutkan dengan penandatangan prasasti oleh perwakilan Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Oapua dan pemerintah daerah dalam hal Sekda Nabire.
Sebelum penyerahan kunci gedung gereja baru diwakili Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di tanah Papua kepada hamba Tuhan, dibacakan naskah serah terima sekaligus penthabisan gedung gereja baru disertai dengan pembuka pintu gedung gereja baru dan mengundang semua umat Tuhan mengambil bagian, ibadah berlangsung di gereja baru disertai dengan rangkaian puji-pujian yang telah disiapkan oleh masing-masing paduan suara/vokal grup.
Seusai seluruh rangkaian kegiatan ibadah akan dilanjutkan dengan kegiatan peresmian. Pada kesempatan itu, ketua panitia kegiatan dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dorongan, bantuan, sumbangan berupa moril dan materil dari berbagai pihak yang hadir pada kesempatan itu maupun yang belum hadir.
Sementara itu, perwakilan Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua dalam sambutannya, mengajak dengan usianya gereja yang megah telah dibangun oleh jemaat kurang lebih 21 tahun  ini tentu sudah banyak yang dirasakan, dalam tatanan kehidupan, terutama dalam pertumbuhan dan iman keimanan umat yang percaya kepada Sang Gembala Agung Tuhan Yesus Kristus. “Akhirnya gedung gereja yang megah telah terwujud membawa perubahan yang sangat mendasar, bagi jemaat di kampung itu, maka diharapkan dijaga, dirawat dan memelihara dengan baik,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Penjabat Bupati Nabire Sendius Wonda mengatakan  kalau Tuhan memulai maka Tuhan juga yang akan menyelesaikannya, apa yang Tuhan buat di jemaat ini hingga hari ini berbagai pihak yang datang dan juga ada masih banyak lagi teristimewa jemaat warga Klasis Paniai maupun bakal calon Klasis Nabire Timur.
Dikatakan, yang memakan waktu kurang lebih 21 tahun peristiwa bagi bangsa pilihan Tuhan keluar dari tanah Mesir ke tanah Kanaan. Kurang lebih 40 tahun bangsa Yahudi adalah bangsa yang paling kasihi Tuhan. Tapi kenapa Tuhan mereka membawa berputar-putar sekeliling selama 40 tahun yang pasti bahwa Tuhan menghendaki bangsa Yahudi itu menjadi milik Tuhan.
“Satu-satunya itu hingga mereka diproses untuk menjadi umat kepunyaan Tuhan. Tuhan itu baik hati kalau umat kesanyangan itu milik orang lain, karena mereka diproses untuk menjadi berkat bagi bangsa di dunia ini. Bangunan ini bangun selama 21 tahun itu pekerjaan Tuhan, Tuhan itu Maha Kaya,” menurutnya seraya menambahkan, melalui iman percaya kita Tuhan bisa membangun hanya beberapa waktu saja.
Lanjut Sekda Jhony, tetapi kenapa Tuhan membangunnya didalam masa yang cukup panjang bahkan berapa tahun. Supaya jemaat ini sungguh-sungguh hanya menikmani dan percaya kepada Tuhan, karena Tuhan terlebih dahulu mengasihi jemaat ini, Tuhan berharap agar jemaat ini sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.
Menurutnya, gedung gereja ini salah satu gedung yang mewah dan megah. Tapi jauh dari pada itu, Tuhan harapkan bukan hanya gedung yang mewah namun jemaatnya yang megah, jemaat yang memanjarkan kasih Tuhan didalam seluruh kehidupannya dan selanjutnya diakhiri seluruh rangkaian kegiatan rama-tamah bersama dengan warga setempat. (modes)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2