Kampanye Tertutup, Diam-diam Tapi Menghanyutkan

NABIRE - Suasana kampanye tertutup yang tengah dilakoni delapan kandidat peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Nabire, bersama tim kemenangannya, terkesan diam-diam. Tetapi suasana begini makin menghanyutkan orang atau masyarakat, khususnya bagi mereka yang berhak memilih pada 9 Desember 2015 mendatang.

Kampanye tertutup yang nampak ke permukaan, dimana-mana banyak Posko kemenangan dari setiap kandidat. Bahkan di tempat-tempat tertentu, keluarga sebelah pasang Posko dari salah satu kandidat, keluarga yang satu pasang baliho kandidat yang lain. Fenomena ini menarik karena menggambarkan bahwa, pola berpikir politik masyarakat Nabire sudah maju. Masing-masing orang menunjukkan idolanya masing-masing.
Beda dengan masyarakat di bagian pinggiran dan kampung yang jauh-jauh dan kawasan pedalaman. Orang pikir-pikir, kalau pasang baliho atau pos kemenangan yang sangat berdekatan. Karena, tidak mau berselisih dengan tetangga atau dinilai tidak mau mendukung kandidat ini, tetapi cari kandidat lain.
Dari sejumlah baliho dan pos kemenangan yang kini menjamur di tengah masyarakat, terkesan dua kandidat saling bersaing ketat untuk menarik simpati dukungan masyarakat pemilih. Pos kemenangan di tengah masyarakat juga terkesan saling kejar-mengejar. Ini baru adu strategi dan kemampuan untuk mencari simpati pemilih di setiap lingkungan tempat tinggal penduduk di kabupaten ini.
Cukup menarik dengan semakin rapatnya pos kemenganan di tengah masyarakat, semoga saja tidak ada gesekan kecil di tengah warga. Kita berharap, insiden di salah satu asrama, di Kawasan Kalibobo, pekan lalu tidak terulang lagi di tempat dan lingkungan lain di daerah ini. Untuk meminimalisir perbedaan pendukung warga, tentu menjadi dari tim kemenangan masing-masing kandidat.
Selain pos kemenangan, kini muncul lagi model kampanye lewat kendaraan di dalam kota. Striker tersebut tidak ada gambar kandidat atau nomor tertentu, tetapi dari kata-katanya sudah mengarah ke kampanye.
Tak hanya kendaraan dan lingkungan tempat tinggal masyarakat. Nabire musim buah mangga dan rambuatan, tetapi di tengah itu nampak musim buah aneh yakni musim bendera. Buah yang satu ini bukan di dahan atau dalam daun, tetapi buah ini malah diatas pohon. Nabire sedang musim bendera di pohon sepanjang jalan dan tengah pemukiman warga.
Strategi dari tim kemenangan yang ada di tengah masyarakat ini, selain menunjukkan kesiapannya untuk rebut Nabire 01, dibalik itu sedang nantang Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Nabire, apakah jeli melihat adanya pelanggaran atau tidak. Kalau memang dibolehkan, Nabire ini bisa musim buah aneh dengan aneka warna dan tidak tertutup kemungkinan munculnya stiker-stiker kampanye di kendaraan. (ans)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2