KPU Perintahkan PPS Umumkan DPT

NABIRE – KPU Nabire melayangkan surat ke masing-masing distrik agar Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah diturunkan ke tingkat PPD/PPS, untuk segera diumumkan kepada masyarakat. Melalui surat KPU bernomor 187/KPU.Nabire/XI/2015 tertanggal 3 November 2015, diperintahkan kepada PPS untuk menempel DPT di masing-masing kelurahan/kampung. Penempelan DPT di masing-masing kelurahan/kampung ini dengan tujuan agar masyarakat bisa langsung melihat DPT tersebut.

“Sesuai aturan memang DPT itu harus diumumkan dengan cara ditempel di masing-masing kelurahan/kampung agar masyarakat bisa lihat. Kita berharap agar PPS segera menempel DPT tersebut. Kita tidak mau ada anggapan dari masyarakat terhadap KPU yang menganggap sengaja menyembunyikan DPT,” ujar Ketua Pokja DPT Pilkada Nabire, Nelius Agapa, ST, kepada media ini, kemarin.
Lebih lanjut dijelaskan Nelius, KPU Nabire sudah menurunkan DPT ke tingkat PPD/PPS sejak tanggal 6 Oktober 2015. Terkait dengan pemilih setelah diturunkannya DPT, kata Nelius, jika ada warga yang belum terdaftar dalam DPT ada DPTB-1 yang dilaksanakan mulai tanggal 13 hingga 20 Oktober 2015 oleh PPS. Untuk selanjutnya DPTB-1 direkap dan ditetapkan di tingkat kabupaten pada tanggal 27 hingga 28 Oktober 2015.
“Namun dari PPS belum ada laporan, jadi hingga sejauh ini belum ada tambahan pemilih di DPTB-1,” tambahnya.
Setelah pihaknya melakukan pengecekan ke setiap distrik, sesuai PKPU, DPT ditempel (diumumkan) di tiap-tiap kelurahan/kampung. Hanya saja hal ini belum dilakukan oleh masing-masing PPS. KPU memberikan DPT ke PPS melalui PPD untuk diumumkan.
“Selain ke PPS, kita sudah berikan softcopy yang isinya tidak bisa dirubah-rubah kepada masing-masing tim sukses pasangan calon maupun ke Panwas Nabire,” tambahnya.
Kembali ditegaskan Nelius, KPU Nabire mengharapkan PPS untuk segera mengumumkan DPT dengan cara menempel di tempat yang mudah dijangkau dan dapat dilihat oleh masyarakat. PPS, kata Nelius, mempunyai tanggung jawab untuk mengumumkan DPT yang sudah diturunkan oleh KPU sejak beberapa waktu lalu.
“Kami menghimbau kepada masing-masing distrik untuk segera menempel DPT. Karena sesuai jadwal, waktu untuk menempel DPT itu dari tanggal 12 Oktober hingga 9 Desember 2015. Sesuai jadwal, seharusnya PPS sudah menempel DPT di masing-masing kelurahan/kampung,” tuturnya.
Lebih lanjut dikemukakannya, sesuai PKPU, DPT dan DPTB-1 tidak bisa dirubah dalam wagka waktu kurang dari 6 hari dari waktu pencoblosan. Kecuali terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat. Seperti misalnya pemilih berubah status profesinya menjadi TNI/POLRI, meinggal dunia, pindah domisili, terdaftar lebih dari satu kali, hilang ingatannya yang dilengkai dengan keterangan instansi berwenang.
Nelius juga menuturkan, tidak ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) siluman. TPS, kata Nelius, sudah ditetapkan sesuai aturan PKPU.
“Kita berharap tidak ada pihak-pihak yang mengatakan ada TPS siluman. TPS sudah ditetapkan sesuai aturan yang berlaku. Soal pengaturan pendirian TPS, nanti akan ada Bimtek kepada petugas. Memang ada TPS khusus yaitu di Lembaga Pemasyarakatan Nabire, sementara untuk di RSUD akan disesuaikan dengan RT terdekat,” paparnya. (ros)

 
 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2