Pasdat Urut 1 Tawarkan 15 Program Prioritas Bangun Nabire 5 Tahun Kedepan

NABIRE - Pasangan Kandidat (Pasdat) nomor urut 1 pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Nabire tahun 2015 - 2020, Isaias Douw, S.Sos.,MAP dan Amirullah Hasyim, S.IP.,MM, atau biasa disingkat Pasdat ‘Idola’ menawarkan sebanyak 15 program prioritas dan unggulan dalam rangka membangun Kabupaten Nabire pada 5 tahun mendatang. Selain itu, seperti disampaikan pasangan Idola ketika kampanye tertutup, Selasa (3/11) bertempat di daerah Transat Bumiwonorejo sekitar Kali Nabire sore kemarin bersama masyarakat asal Kabupaten Deiyai yang berdomisili di Nabire, visi dan misi serta pradigma strategi program pembangunan Kabupaten Nabire tahun 2015 – 2020 yang akan dilaksanakan nantinya.

Dikatakan Isaias Douw pada kesempatan tersebut, berdasarkan evaluasi, analisa dan dengan memandang jauh kedepan, ia bersama pasangannya menetapkan 15 program prioritas pembangunan Nabire, diantaranya pertama, penyelesaian pembangunan lapangan terbang di Karadiri agar dapat didarati pesawat berbadan besar. Hingga saat ini dirinya telah melakukan MoU bersama Kementerian Perhubungan RI senilai 1,8 trilyun.
Kedua, lanjut Cabup Isaias, pengembangan rumah sakit rujukan di RSUD Nabire, yaitu peningkatan type dari kelas atau type C ke rumah sakit tipe B dan terkait ini telah ditandatangani MoU dengan Gubernur Papua. Ketiga, peningkatan irigasi beserta sarana dan prasarana pertanian, meliputi perbaikan fungsi irigasi dan pengadaan pupuk, obat serta bibit unggul dengan harga terjangkau.
Keempat, lanjutnya, pembangunan sarana air bersih, baik di daerah perkotaan maupun pendesaan. Kelima, maksimalisasi pelayanan listrik Wanggar, Yaro, Nabire, Topo dan Samabusa Makimi. Perbaikan tunjangan kinerja bagi pegawai negeri sipil di Kabupaten Nabire.
Selanjutnya keenam, seperti terang Cabup Isaias Douw, pasangan Idola juga memprogramkan pembangunan stadion sepak bola standar di Nabire. “Tempat dan lokasi pembangunan stadion dimaksud telah disiapkan,” terangnya seraya menambahkan program kedelapan, relokasi warga Kampung Waroki kearah 2/3 Km ke darat agar terhindar dari banjir.
Kesembilan, pelebaran jalan dalam kota dan luar kota di Nabire. Yaro sampai Topo, Lagari – Napan, Topo – Lagari, Nabire – Waropen, Jalan Trans Dipa serta jalan 2 jalur ke Bandara baru Karadiri. Kemudian, kata Isaias lagi, pengembangan pelabuhan penumpang di Samabusa dan pembangunan pelabuhan container di Nusi.
Berikutnya keduabelas, penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti solar, bensin dan minyak tanah. Termasuk penambahan tangki dan menaikan status Pertamina atau Depot Pertamina Nabire. Ketiga belas, pemekaran Kabupaten Nabire Timur dan Kota Madya Nabire.
Tak lupa, tambah Isaias dan didamping Amirullah, yakni perjuangan pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Ibukota  Provinsi di Nabire dan terakhir kelima belas, jaminan stabilitas keamanan sebagaimana telah tercipta selama 5 tahun agar semua orang berkerja dan berkarya dalam keadaan aman, damai dan kondusif.
Terlepas dari 15 program tersebut, imbuhnya, juga akan dilaksanakan program tambahan lainnya yakni peningkatan kualitas pendidikan, kualitas pelayanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. “Selain itu pelestarian lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan melalui berbagai organisasi perempuan, sentuhan kasih kepada semua suku dan agama, pembinaan kepada RT/RW serta kepala suku dari kerukunan yang ada di Kabupaten Nabire,” tandasnya.
Sementara itu di kesempatan yang sama, Ibu Isaias Douw, Ny. Yufinia Mote menyampaikan, selama kurang lebih 5 tahun Bupati Isaias dengan visinya telah membuka isolasi untuk mewujudkan Nabire yang berkeadilan, sejahtera, makmur dan mandiri dengan melaksanakan kegiatan pembangunan dari kampung ke kota.
Namun demikian, diakui, masih banyak kekurangan dan belum sepenuhnya dapat dilaksanakan pada periode kemarin. Untuk itu, dalam meneruskan dan melaksanakan program yang belum terlaksana ini, maka kedepan beberapa program yang telah disampaikan dan program tambahan lainnya akan diupayakan nantinya, ketika pasangan Idola ini kembali diberi kepercayaan oleh masyarakat.
“Banyak kendala dan rintangan ketika beliau memimpin Nabire 5 tahun kemarin, dan tentunya pula dengan keterbatasan waktu yang ada kedepan akan dibenahi. Masih banyak hal yang harus dilanjutkan dan tentu masih ada lagi program baru yang harus dilakukan. Karena itu, Idola merumuskan kembali visi dan misi yang telah ia jalankan selama lima tahun agar dapat berjalan dengan baik kedepannya,” tambah Yufinia dan langsung diberi aplaus oleh sejumlah masyarakat yang hadir pada kesempatan itu. (wan)

 
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2