Gedung Karel Gobay Rata dengan Tanah

NABIRE - Pastilah masyarakat Nabire akan bertanya–tanya alasan apa yang membuat Gedung Karel Gobay kini sudah rata alias digusur hingga rata dengan tanah. Hasil penelusuran wartawan media ini ternyata gedung Karel Gobay lama dibongkar dan akan kembali dibangun Gedung Serba Guna (GSG) Karel Gobay dua lantai sebagai salah satu asset pemerintah daerah.


Untuk itu dari hasil penelusuran media ini langsung ke lokasi gedung Karel Gobay untuk mengambil gambar dan tambak terlihat sebuah alat berat ekzavator sedang bekerja memindahkan tumpuhkan-tumpuhkan kayu dan batu dan sisa-sisa daun seng multiruf yang ada, sebab kegiatan pembangunan gedung serba Guna Karel Gobay dua lantai akan segera dilaksanakan oleh pihak kontraktor.
Dari informasi ke informasi wartawan media ini langsung menghubungi Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD) Nabire Norberthus Mote, via telepon genggamnya, Rabu (4/11) membenarkan adanya pembongkaran gedung Karel Gobay yang lama untuk pembangunan gedung serba guna Karel Gobay yang baru dua lantai.
Ketika disinggung soal Gedung Karel Gobay yang letaknya berdekatan dengan SMP Negeri 4 Nabire, sehingga tanahnya dapat dihibahkan kepada dinas pendidikan guna perluasan pembangunan gedung sekolah bagi kelangsungan pendidikan di daerah ini, secara tegas dikatakan Norbert Mote menyampaikan lokasi pembangunan Karel Gobay dua lantai ini sudah sangat trategis.
Dimana menurutnya, lokasi gedungnya berhadapan dengan Bandara Nabire dan berada tepat di jantung kota sebagai titik kumpul dari semua orang dan semua kegiatan apapun yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak lain yang akan menggunakan gedung tersebut, sehingga pemerintah daerah bangun yang lebih megah dua lantai agar bisa dimanfaatkan oleh semua pihak.
Sementara itu dari data media ini, ketika melihat lokasi SMP N 4 Nabire yang sangat sempit, sehingga disarankan sebaiknya tanah yang dibangun gedung Karel Gobay alangkah baiknya dihibahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire agar selanjutnya dibangun sejumlah bangunan karel untuk kelanjutan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak generasi daerah ini.
Karena berdasarkan data pula, dengan daya tampung ruangan kelas yang sangat terbatas diawal tahun pelajaran 2013/2014 ada 60-an murid baru yang terpaksa tidak diterima di SMP N 4 Nabire ini, sementara diawal tahun pelajaran 2014/2015 ada 100–an murid baru yang juga tidak bisa diterima di sekolah itu, semua ini karena daya tampung ruangan kelas yang sangat terbatas. (des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2