Sekda Jhony Buka Pelatihan Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan

NABIRE - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Kabupaten Nabire menggelar kegiatan Pelatihan  Manajemen  Pengelolaan Koperasi bagi manajer dan pengurus koperasi serta pelatihan kewirausahaan bagi UKM penerima dana bantuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan Selasa (3/11), bertempat di aula Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Keluarga Berencana Kabupaten Nabire dan dibuka secara resmi oleh Sekda Nabire Drs. Jhony Pasande mewakili penjabat bupati dengan ditandai pemukulan tifa sekaligus penyamatan kartu tanda pengenal pelatihan kepada perwakilan peserta.


Ketua Panitia Siti Nurbaya dalam laporan kegiatan menyampaikan kegiatan pelatihan manajemen koperasi dan kewirausahaan ini sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Perindagkop Kabupaten Nabire Nomor : 2.06.01.1.15.16.7.5.2 Tahun Anggaran 2015 tanggal 15 Desember tahun 2014 dan berdasarkan keputusan Kadis Koperindagkop Nabire, tentang penerapan nama-nama panitia pelaksana kegiatan pelatihan manajemen  pengelola bagi pengurus dan pengelola koperasi dan kewirausahaan bagi koperasi dan UKM di Kabupaten Nabire TA 2015.
Kegiatan pelatihan ini, lanjutnya, dilaksanakan selama 2  hari  yakni, Selasa dan Rabu (3-4/2015), diperuntukan bagi dua kelompok, yakni 45 orang  peserta manajemen pengelolaan bagi pengurus dan pengelola koperasi baru KSV, KPN, KUD dan Primkopol dilaksanakan di aula Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan dan Anak  KB Keluarga Berencana, sedangkan 50 orang peserta manajemen pengelola koperasi dan wewirausahaan (UKM) pernah menerima bantuan modal bertempat di aula Dinas Pekerjaan Umun (PU). Penyaji materi atau narasumber dari Jayapura M. Said Husein, SE,. MM dan Willem Berhitu, SH,.MM ditambah dari 2 orang penyaji materi dari Kabupaten Nabire.
Diharapkan kepada peserta pelatihan mengikuti materi atau ilmu pengetahuan ini dapat memahami, mengerti dengan baik agar kedepan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh kepada orang lain supaya membuat administrasi, pembukuan dengan tepat, terarah dan terapi agar selanjutnya kewirausahaan mengelola usahanya dengan baik.
Sementara itu, Sekda Jhony Pasande dalam membacakan sambutan penjabat bupati mengatakan, berbicara mengenai pemberdayaan ekonomi kerakyatan, sudah sangat jelas adalah bagaimana upaya dan kerja keras kita untuk memberdayakan, atau meningkatkan kemampuan masyarakat/rakyat untuk menjadi pelaku utama bagi pergerakan roda perekonomian di daerah, dengan memanfaatkan segala potensi yang ada di lingkungan masyarakat itu sendiri.
Dikatakan, penetapan pemberdayaan ekonomi rakyat sebagai program prioritas ini didasarkan atas pengalaman dan bukti nyata, bahwa usaha kecil dan menengah yang berlandaskan pada ekonomi kerakyatanlah yang dapat bertahan dari dampak yang ditimbulkan dari krisis ekonomi. Salah satu bidang ekonomi rakyat yang cukup tangguh dan memiliki peran yang sangat penting dan strategis adalah di bidang koperasi.
Sehubungan dengan itu, koperasi harusnya diarahkan untuk memantapkan posisinya menjadi seimbang dengan bidang usaha lainnnya, artinya menjadi soko guru perekonomian dalam mewujudkan demokrasi ekonomi. Dan selanjutnya diharapkan mampu berperan sebagai wadah kegiatan ekonomi masyarakat yang tangguh dan berakar dalam masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan peran serta aktif anggota koperasi dalam pembangunan.
Menurutnya, sebagai suatu badan usaha koperasi hendaknya terus berupaya untuk penguatan dan perluasan basis usahanya serta peningkatan mutu sumber daya manusia terutama, pengurus, pengelola dan anggotanya, agar kedepan dapat tumbuh semakin baik dan sehat.
Lanjutnya, mengingat pentingnya pelaksanaan pelatihan ini, maka kepada peserta sekalian diharapkan agar mengikuti pelatihan ini dengan penuh keseriusan, agar dapat lebih meningkatkan pemahaman saudara-saudara khususnya dalam mengelolaan koperasi, sehingga tumbuh menjadi koperasi yang mandiri.
“Perlu kita sadari pelatihan merupakan momentum yang sangat penting, sebab merupakan kegiatan awal sebelum melaksanakan suatu pekerjaan,  dengan kata lain bahwa pelatihan merupakan awal pelaksanaan suatu pekerjaan yang akan dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut, yang dalam hal ini adalah pengelolaan koperasi  agar berjalan sesuai dengan harapan kita, dan bermanfaat bagi kita semua,” imbuhnya. (modes)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2