Soal Jabatan Bupati Dogiyai DPRD akan Cek ke Gubernur dan Mendagri

NABIRE – Menanggapi Surat Gubernur Papua Nomor : 180/2039/SET perihal penugasan Wakil Bupati Dogiyai sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Dogiyai yang kini marak dibahas oleh semua lapisan masyarakat, ditanggapi salah satu anggota DPRD Dogiyai, Agus Damianus Pekey. Dimana, menurut dia selaku wakil rakyat mengetahui adanya surat tersebut.


Untuk itu, seperti terang Agus Pekey, kepada media ini kemarin, selaku wakil rakyat akan mengecek hal ini ke Gubernur Papua di Jayapura maupun ke Menteri Dalam Negeri di Jakarta.  
Terangnya, perlu dipahami pula bahwa Surat Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.19/3366/OTDA sesungguhnya surat tersebut baru sebatas usulan yang disampaikan oleh Mendagri terkait dengan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Dogiyai sebagai terdakwa dalam tindak pidana korupsi dengan register perkara Nomor:40/PIB.Sus–TPK/2015/PN/JAP, tertanggal 27 Juli 2015.
Untuk itu sebagai wakil rakyat menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan adanya surat tersebut, karena bisa dapat menimbulkan konflik antara orang Kamuu dan orang Mapia serta membangun kubuh-kubuh masing-masing yang pada akhirnya melahirkan konflik antar masyarakat.
Dikatakan Agus Damianus Pekey di seputar Kelurahan Siriwini, masyarakat tidak boleh mendengar isu-isu yang sedang berkembang, karena Bupati Drs. Thomas Tigi dan Wakil Bupati Dogiyai Herman Auwe, S.Sos hasil Pemilihan Kepada Daerah dan wakil Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2012 masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2017 mendatang.
Untuk itu, harapnya, masyarakat tetap menahan diri dan selaku wakil rakyat akan mengecek langsung ke Gubernur Provinsi Papua di Jayapura maupun ke Menteri Dalam Negeri di Jakarta terkait dengan surat tersebut dan hasilnya akan disampaikan langsung oleh lembaga DPRD kepada seluruh masyarakat Kabupaten Dogiyai.
Sehingga, sebagai lembaga DPRD dari Fraksi PKS siap mengawal dan mengecek kebenaran dari surat gubernur tersebut dan fraksi PKS pula akan memberikan jawaban langsung kepada masyarakat, untuk itu masyarakat Kamuu dan Mapia diharapkan untuk tetap bersabar dan tidak mudah terpancing, karena selaku wakil rakyat belum tau adanya surat tersebut.
“Selaku wakil Rakyat sangat menyayangkan isu-isu tersebut yang tentunya menjadi cerita di kabupaten-kabupaten tetangga maupun kabupaten lain yang ada di Tanah Papua maupun diluar dan ini merupakan cerita baru yang muncul dari Lembah Kamuu dan Mapia, tetapi marilah kita masyarakat bergandengan tangan untuk membangun Dogiyai kearah yang lebih baik  bersama Bupati Thomas Tigi dan Wakil Bupati Herman Auwe dari pada kita mendengar isu–isu yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.(des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2