Herman Auwe : Demi Pelayanan, PNS di Dogiyai akan Ditertibkan

NABIRE - Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai abdi negara dan abdi masyarakat tidak ada kata lain selain harus melaksanakan tugas sesuai dengan amanat. Oleh sebab itu, salah satu tugas yang akan dikerjakan  oleh Bupati Dogiyai yang baru dilantik beberapa hari lalu di Jayapura adalah akan menertibkan seluruh PNS yang mengabdi di Kabupaten Dogiyai.


”Salah satu tugas yang akan saya lakukan di Dogiyai adalah menertibkan seluruh PNS yang selama ini terkesan belum maksimal dalam menjalankan tugas di Dogiyai,” Demikian diungkapkan Bupati Dogiyai, Herman Auwe, S.Sos kepada media ini Kamis (05/11) kemarin di kediamannya setelah tiba dari Jayapura.
Dijelaskan Bupati Herman, dirinya juga akan mengambil tindakan tegas bagi PNS yang mengkonsumsi minuman keras (Miras). Karena, sebagai PNS harus bisa menunjukan sikap dan tindakan yang terpuji di tengah-tengah masyarakat. ”PNS harus bisa menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat, termasuk sejumlah Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang telah direkrut, namun masih saja mabuk-mabuk pasti saya akan berikan sangsi,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dalam rangka croscek terhadap sejumlah proyek pembangunan yang dikerjakan di Dogiyai, dirinya akan membentuk tim. Pembentukan tim ini akan dilakukan guna melihat dari dekat, sejauh mana pekerjaan pembangunan bagi masyarakat Dogiyai. Untuk melihat dari dekat semua kegiatan pembangunan di Dogiyai, dirinya selaku bupati akan melibatkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Hal ini akan dilakukannya agar pekerjaan diberikan benar-benar diwujudnyatakan di tengah-tengah masyarakat.
“Tim yang akan kami bentuk nanti harus melihat dari dekat terhadap semua kegiatan, mulai distrik yang paling jauh dari ibukota kabupaten yaitu, Distrik Sukikai Selatan sampai dengan distrik yang paling timur yaitu Distrik Kamu Timur,” ungkapnya.
Ketika ditanya soal isu yang sedang berkembang bahwa bupati baru akan melakukan pelantikan sejumlah pejabat di Dogiyai? kata Herman, dirinya tidak buru-buru untuk merombak kabinet yang ada. Namun demikian, sebagai pimpinan daerah dirinya akan terus mengevaluasi kinerja seluruh PNS. Hal ini akan dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
“Orang bicara bahwa, kalau Herman Auwe menjadi bupati Dogiyai pasti banyak yang non job, tetapi bagi saya untuk sementara tidak bongkar pasang kabinet yang ada. Akan tetapi, bagi PNS atau pejabat tidak menunjukkan prestasi, dedikasi dan loyalitas sudah pasti akan dievaluasi,” paparnya.
*Kita Ciptakan Dogiyai Tidak Ada Perbedaan
Dijelaskan Bupati Herman, untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di Kabupaten Dogiyai adalah hindari adanya perbedaan masyarakat juga hindari perbedaan di birokrasi. Tidak ada kubuh, tidak ada perbedaan sehingga anak-anak negeri Dogiyai harus bersatu guna mengangkat harga diri orang Dogiyai. ”Kita semua adalah anak-anak negeri Dogiyai sehingga harus bersatu dan bergandengan tangan untuk membangun kabupaten Dogiyai guna terwujudnya Dogiyai Dou Enaa,” harapnya.
Ditambahkannya, ia ditugaskan untuk melanjutkan proses pembangunan di Kabupaten Dogiyai sambil mengevaluasi semua kegiatan pembangunan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan. ”Intinya bagi saya adalah, semua masyarakat Dogiyai adalah masyarkat saya, semua pegawai negeri sipil di Dogiyai adalah pegawai saya, sehingga berbagai komponen yang ada, saya minta bantuan berupa tenaga dan pikiran agar kita bersama-sama membangun Kabupaten Dogiyai,” imbuhnya.(rik/ris)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2