DPRD Dogiyai Dinilai Kurang Optimal

NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai dinilai kurang optimal selama ini dan terjadi kubu-kubuan di dalam internal lembaga legislatif. DPRD Kabupaten Dogiyai tidak jelih melihat persoalan yang terjadi diantara dua kubu yang berseteru dan tidak menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, tetapi anggota dewan juga terlibat di dalam dua kubu sehingga membingungkan masyarakat.


Sekretaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Dogiyai, Vincent L Dogomo, SH di kediamannya, Kamis (5/11) mengatakan kesal dengan terjadinya kubu-kubuan di dalam internal lembaga DPRD sehingga tidak bersatu untuk menyuarakan kepentingan rakyat di daerahnya. Sebab, anggota DPRD yang ada merupakan wakil rakyat yang dipercayakan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat banyak, kepentingan rakyat Dogiyai, bukan untuk kepentingan kelompok atau kubunya.
Dogomo menilai, terjadinya dua kubu yang berseteru, antara Bupati Thomas Tigi dan Wakil Bupati Herman Auwe bisa diminimalisir, kepentingan masyarakat dan pembangunan di daerah tidak dikorban apabila anggota DPRD Kabupaten bersatu dan bekerja optimal. Tetapi karena DPRD tidak bersatu untuk memperjuangkan kepentingan rakyat banyak terutama pembangunan di daerah dan lebih cenderung berada di kotak kubu, kepentingan daerah dan masyarakat ikut dikorbankan.
Sekretaris PKS ini meminta DPRD Dogiyai bekerja optimal demi kepentingan rakyat banyak. Karena, sementara ini rakyat sedang mempertanyakan pengangkatan dan pelantikan Herman Auwe, apakah sebagai pelaksana tugas Bupati Dogiyai, atau diangkat untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai, atau ditunjuk melaksanakan tugas-tugas bupati sambil menanti keputusan hukum yang final dan tetap kepada Thomas Tigi.
Karena, menurutnya, masyarakat juga sedang mempertanyakan nomor SK pengangkatan Herman Auwe dalam kapasitas seperti apa. Sebab, hingga saat ini, masyarakat mempertanyakan SK Pengangakatan Herman Auwe sebagai Bupati Dogiyai. Karena, media dan pihak lain tidak menjelaskan kepada publik, SK Pengangkatan Herman Auwe sebagai Bupati Dogiyai.
Oleh sebab itu, Vincent Dogomo meminta kepada DPRD Kabupaten Dogiyai untuk menjelaskan dan mensosialisasikan kapasitas pengangkatan Herman Auwe sebagai Bupati Dogiyai kepada masyarakat dan publik di daerah ini. Dogomo meminta DPRD Kabupaten Dogiyai jangan tinggal diam, tetapi mensosialisasikan hal ini kepada rakyat agar jangan terus bertanya dan bertanya, kapasitas pengangkatan Herman Auwe untuk memimpin Kabupaten Dogiyai. (ans)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2