Surat Mendagri dan Gubernur Bingungkan Masyarakat Dogiyai

NABIRE – Terkait dengan posisi penjabat Bupati Dogiyai, surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubernur telah membuat masyarakat Dogiyai menjadi bingung. Benar tidaknya kedua surat itu akan sama dengan kita sedang menanam benih konflik bagi masyarakat Kabupaten Dogiyai. Sehingga Mendagri, Gubernur Papua dan Sekda Provinsi Papua, diminta turun ke Digiyai untuk menjelaskan kedua surat tersebut kepada masyarakat. Agar masyarakat pun akan puas soal mana yang benar dan mana yang tidak dari kedua surat itu.


Hal ini seperti disampaikan 3 anggota DPRD Kabupaten Dogiyai masing-masing, Ferdinand Gobay, Wakil ketua I, Hengky Magay, Sekertaris Komisi A, dan Yusak Ernes Tebay, Wakil Ketua Komisi B.
Ketiga anggota DPRD Dogiyai ini menilai, Surat Gubernur Papua dan Surat Mendagri yang kini sedang marak dibicarakan soal pemberhentian sementara  Bupati Kabupaten Dogiyai atas nama Drs. Thomas Tigi, sangat membingungkan masyarakat dari sisi konsideran isi surat resmi negara yang baik dan benar.
Sebab dari kedua surat tersebut, Surat Mendagri dengan nomor : 131.91/5201/OTDA tertanggal 29 Oktober 2015 perihal Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor : 131.91-5841 tahun 2015 tentang pemberhentian sementara Bupati Dogiyai, sementara itu dalam surat Gubernur Provinsi Papua dengan nomor : 180/2039/SET tertanggal 6 Oktober 2015 perihal penugasan Wakil Bupati Dogiyai sebagai pelaksana tugas Bupati Dogiyai.
Selaku wakil rakyat menilai Gubernur Provinsi Papua telah mengeluarkan surat penugasan Wakil Bupati Dogiyai sebagai pelaksana tugas Bupati Dogiyai mendahului Surat Mendagri. Dimana Mendagri baru mengeluarkan surat pemberhentian sementara Bupati Dogiyai pada tanggal 29 Oktober 2015, Gubernur sudah mengeluarkan Surat Pelaksana Tugas Bupati pada tanggal 6 Oktober 2015.
“Jika kedua surat itu benar dikeluarkan oleh Mendagri dan Gubernur atau tidak, tetapi ini barang sudah
beredar dan menjadi perbincangan semua orang. Sehingga kami menilai dua surat tersebut ibarat bibit atau  benih konflik yang sedang ditanam bagi masyarakat Kabupaten Dogiyai,” kata Ferdinand Gobay,
Hengky Magay dan Yusak Ernes Tebay kepada Papuapos Nabire, Sabtu (7/11) di seputar Kaliharapan.
Hal lain yang menjadi tanda tanya dari Surat Mendagri dalam konsideran, membaca, kira–kira apa yang dibaca, menimbang, juga kira–kira apa yang dibaca, mengingat dan memperhatikan tidak dicantumkan alasan–alasannya. Sehingga pihaknya bertanya kira–kira itu surat kaleng atau surat resmi yang
dikeluarkan oleh negara, sehingga pihaknya memutuskan surat Mendagri belum jelas.
Kata mereka, seharusnya Gubernur Papua tidak mengeluarkan surat penugasan mendahului surat Mendagri.  Tetapi Gubernur menunggu ada keputusan resmi dan surat Mendagri barulah Gubernur mengeluarkan surat penugasan sesuai surat Mendagri. Karena dalam surat Mendagri ditulis Bupati Dogiyai di Kigamani.
Sementara Surat Gubernur tertulis Bupati Dogiyai di Moenemani. “Untuk itu kami menilai Kabupaten Dogiyai ada dua kabupaten yang satu di Kigamani dan yang satu di Moenemani,” tambahnya.
Katanya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Kabupaten Dogiyai itu di Kigamani, bukan di Moenemani. Pihaknya meminta Gubernur tidak membuat bingung masyarakat soal nama ibu kota Kabupaten Dogiyai yang sesungguhnya berdasarkan atau sesuai SK yang ada dan Gubernur berikan surat penugasan bukan mendahului surat Mendagri. (des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2