Kapolres Himbau Masyarakat Dogiyai Tidak Terprovokasi Situasi

NABIRE - Kepala Kepolisian Resor Nabire, AKBP. H.R. Situmeang, S.Ik.,MH, saat diwawancarai di kediamannya, Sabtu (7/11) mengatakan, selaku Kapolres Nabire menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Dogiyai untuk tidak ikut terprovokasi dengan ajakan dari pihak manapun yang mengatasnamakan Bupati Dogiyai untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum, apalagi melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas di Dogiyai.


“Saya sudah menyampaikan, agar pak Thomas Tigi, tidak usah naik ke Dogiyai, karena hari Rabu kan dia ada sidang di Jayapura, nanti kalau Senin naik bisa terganggu nanti sidangnya. Dan ketika Pak Thomas Tigi naik ke Dogiyai, katanya mau pimpin apel Senin nanti, ini bisa memicu konflik masyarakat dan PNS yang ada di Dogiyai sana. Karena, pak Herman juga sudah naik katanya hari Jumat. Saya tidak punya hak untuk melarang pak Thomas Tigi naik ke Dogiyai, tetapi saya menyarankan agar pak Thomas nggak usah naik dulu, konsentrasi dengan sidang dulu,” ungkap Kapolres.
Lanjut kata Kapolres, ketika kedua-keduanya yakni Thomas mengklaim bahwa ia juga masih bupati, sementara Herman Auwe juga telah mengantongi SK pengangkatan menjadi pelaksana tugas (Plt) Bupati Dogiyai. Kalau kedua-duanya sama-sama mengklaim sebagai pemimpin dan menyatakan dirinya sebagai Bupati Dogiyai, hal ini akan bisa menjadi potensi konflik. Sehingga, hal ini perlu ada sikap kedewasaan, sikap legowo, dan sikap jiwa pemimpin yang profesional dalam mengatasi hal tersebut.   
“Ini bisa menjadi potensi konflik, karena ada dua pemimpin yang mengklaim dirinya sebagai bupati di Kabupaten Dogiyai sana. Saya juga sudah menyarankan kepada beliau (Thomas Tigi), bahwa beliau itu’kan masih dalam tersangkut masalah, dalam arti masih harus menghadapi sidang. Saya menyarankan untuk jangan lagi menambah permasalahan lain, karena apa, kalau dia ada perkelahian dan masalah, ini akan menjadi pertimbangan buat kepolisian, kejaksaan, maupun kehakiman untuk melakukan penahanan terhadap dia ini,” kata mantan Kapolres Kaimana tersebut.
Menurutnya, pihak kepolisian tetap akan mengambil tindakan tegas dan melakukan penahanan kepada siapapun yang melakukan tindak pidana, apalagi hingga berujung pada terganggunya situasi Kamtibmas di suatu wilayah. Karena, pihak kepolisian selain sebagai penegak hukum, juga bertugas untuk mengantisipasi terjadinya konflik agar tidak terjadi. “Tugas Kepolisian sangat berat, sehingga perlu dukungan semua pihak, baik dari pihak Thomas Tigi, Herman Auwe dan seluruh masyarakat kabupaten Dogiyai,” tandasnya.
Ketika salah satu pihak merasa dirugikan, kata Kapolres, dengan adanya persoalan tersebut, dalam arti soal legalitas dan lain sebagainya, bisa ditempuh melalui jalur hukum yang ada, bukan dengan kekerasan. Untuk itu, ia berharap, kepada warga masyarakat dan PNS yang ada di Dogiyai agar melihat persoalan yang terjadi secara bijak dan arif. Jangan mudah di provokasi atau diajak untuk melakukan tindakan-tindakan anarkhis, yang nantinya dapat menimbulkan situasi yang tidak kondusif di wilayah Dogiyai.
Sedangkan, kepada kedua Pemimpin yang mengklaim dan menyatakan dirinya sebagai Bupati Dogiyai, untuk bersikap arif dan bijaksana dengan mengedepankan kewibawaan sebagai seorang pemimpin yang baik dan benar untuk masyarakat Dogiyai.
“Kepada kedua pemimpin ini saya sampaikan sekali lagi, tolonglah mengajak masyarakat, massanya untuk tetap tenang, karena proses sedang berjalan. Jangan justru mengajak masyarakat untuk membuat konflik, saling mengajak, saling menghimbaulah dari kedua pimpinan ini dan mereka juga tidak memancing situasi. Jadi tolong jaga keamanan, jaga ketertiban di Dogiyai, jangan pemimpin yang malah mengorbankan masyarakat, jangan malah jadi pemimpin-pemimpin yang merusak Kabupaten Dogiyai hanya untuk sebuah kekuasaan,” pungkasnya.(cad)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2