‘Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku’

NABIRE – Semangat kepahlawanan adalah jiwa ragaku. Inilah tema peringatan Hari Pahlawan ke-70 tahun 2015 ini secara nasional. Makna dari tema tersebut, untuk menginternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk kedalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik.

Dikatakan Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutan tertulisnya, saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan dan produktifitas bangsa. Mulai dari terjadinya konflik intoleransi antar umat beragama, berkembangnya faham radikalisme, tawuran antar kampung maupun antar pelajar, maraknya penyalahgunaan Narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan sebagainya.
Keadaan ini, terang Menteri Sosial, jauh dari apa yang dicita-citakan dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa yang telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada kita semua.
“Marilah kita renungkan sekali lagi, langkah besar Bapak Bangsa kita seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Mudzakkir, Agus Salim, Abikusno Tiokrosoejoso, AA Maramis, dan Ahmad Subarjo yang terhimpun dalam Panitia Sembilan BPUPKI,” terangnya. Dikatakan lagi, mereka telah mewariskan lima norma dan nilai-nilai yang kemudian menjadi Pancasila sebagai dasar Negara, sebagai idelogi pemersatu bangsa, juga sebagai sprit kegotong-royongan dalam bermasyarakat dan bernegara.
“Langkah besar dan semangat kepahlawanan para pendiri bangsa itulah yang perlu di-diseminasikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan penguatan semangat dalam menghadapi setiap tantangan dan ujian yang dihadapi negeri ini,” tandasnya.
Untuk itu, marilah momentum ini kita jadikan satu langkah baru untuk membangun keyakinan dan optimisme kita sebagai warga bangsa untuk dijadikan landasan revolusi karakter bagi bangsa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.
“Demikian, semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan melindungi bangsa Indonesia serta menganuhgerahkan jalan keluar dari segala masalah yang sedang kita hadapi. Masyarakat kita dapat hidup rukun, damai, sejahtera, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” akhirnya.
Sekedar menambahkan, serangkai kegiatan Hari Pahlawan tahun 2015 tingkat Kabupaten Nabire dilaksanakan sederhana namun penuh hikmad. Dimana, serangkai kegiatan peringatan dimulai pada hari Senin (9/11) malam pukul 24.00 WIT Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Nabire, Ziarah nasional pada hari Selasa kemarin pukul 07.00 WIT, dilanjutkan dengan tabor bunga di Pantai Maf Nabire pada pukul 07.30 WIT dan diteruskan dengan Upacara Bendera Hari Pahlawan bertempat di Lapangan Sapta Marga Kodim 1705/Paniai. Dan terakhir ditutup dengan acara ramah tamah Muspida Nabire dengan pejuang veteran di Aula Makodim. (wan)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2