LPKP Diharapkan Jadi Inspirasi Berdayakan Masyarakat Papua

NABIRE - Kehadiran Lembaga Pemberdayaan Keagamaan Papua (LPKP) Provinsi Papua yang disosialisasikan di Nabire, diharapkan menjadi motivasi dan inspirasi bagi segenap steakholder untuk memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua.


Hal demikian diungkapkan Penjabat Bupati Nabire, Sedius Wonda, SH.,M.Si, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda Nabire, Drs. I Wayan Mintaya pada acara sosialisasi LPKP Provinsi Papua, Senin (14/11) di Rumah Makan Rado.
Dikatakan penjabat bupati Nabire, membangun tanah Papua menuju masyarakat yang bangkit, mandiri dan sejahtera, merupakan dambaan setiap orang. Berbagai konsep tentang pembangunan yang dianggap tepat untuk memandirikan masyarakat Papua sering kali belum dapat menjawab permasalahan yang datang silih berganti.
“Pembangunan yang hanya mendengar kemajuan fisik dan materil saja, tanpa memperhatikan dimensi spiritual dan norma sosial yang telah mengakar dan berkembang di tengah masyarakat Papua justru menjadi penghambat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Papua,” ungkapnya.
Lanjutnya, mencermati itu, LPKP Provinsi Papua mengadakan sosialisasi yang mengusung tema “Memperkuat persepsi dan pemahaman tentang pembangunan yang memberdayakan masyarakat asli Papua dalam konteks Otsus”.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan peran, fungsi dan program LPKP serta berbagai kebijakan pemerintah Provinsi Papua dalam membangun dan memberdayakan orang asli Papua,” tuturnya.
Menurutnya, LPKP sebagai salah satu lembaga sosial keagamaan, berupaya memberdayakan masyarakat Papua berbasis umat baik di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Pada pelaksanaannya LPKP akan bekerjasama dengan pihak gereja dan menjalin kemitraan dengan pihak perbankkan untuk menyediakan dan menyalurkan dana bagi program-program pemberdayaan ekonomi umat.
Kata penjabat bupati, melalui sosialisasi ini diharapkan para peserta mengetahui dan memahami peran dan fungsi LPKP, kaitannya dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua dalam konteks Otsus.
Lanjutnya, berdasarkan pengalaman di berbagai daerah di Papua, LPKP telah banyak membuat terobosan dalam melakukan pemberdayaan ekonomi umat melalui pelatihan kewirausahaan terutama masyarakat Papua ekonomi lemah, pembangunan usaha koperasi maupun mini market yang dikelola oleh gereja, pelayanan melalui klinik kesehatan dan lain-lain.
Semua itu merupakan implementasi dari UU 21 tahun 2001 tentang Otsus bagi Provinsi Papua yang menekankan adanya keberpihakan, pemberdayaan dan perlindungan terhadap hak-hak dasar masyarakat Papua. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2