LPKP Provinsi Papua Disosialisasikan di Nabire

NABIRE - Lembaga Pemberdayaan Keagamaan Papua (LPKP) disosialisasikan di Nabire. Sosialisasi yang dilasanakan di Rumah Makan Rado, Sabtu (14/11) dibuka oleh Kepala Biro Kesejahtraan Rakyat (Biro Kesra) Setda Provinsi Papua, Naftali Yogi, S.Sos dengan pemukulan Tifa.
Sosialisasi LPKP dilatarbelakangi oleh perhatian pemerintah otonomi khusus Papua terhadap kehidupan asli Papua pada tiga tahun terakhir dibawah pimpinan Gubernur Lukas Enembe, semakin meningkat dan menunjukan akselerasi pembangunan yang baik.


Hal itu ditandai dengan sebuah terobosan yang memposisikan pembagian dana Otsus yang signifikan terhadap kabupaten/kota dengan komposisi 80 persen berbanding 20 persen. 80 % diperuntukan bagi kabupaten/kota sedangkan 20 % saja yang diserap provinsi.
Keberanian itu bukan tanpa alasan, tapi didasari pada kenyataan, bahwa bagaimanapun juga yang menjadi ujung tombak pelayanan publik dan langsung berhadapan dengan segala kepentingan masyarakat adalah pemerintah pada tingkat kabupaten/kota.
Dengan kerangka berpikir seperti itu, maka sangat tepat bila kabupaten/kota diberikan pendanaan dan tanggung jawab yang lebih besar, sehingga dapat langsung melayani masyarakat dalam konteks pelayanan publik yang menyentuh empat bidang pembangunan prioritas yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastuktur.
Selanjutnya dari visi misi Gerbang Mas lahir sejumlah kebijakan-kebijakan yang dirumuskan melalui program-program pembangunan yang mencerminkan keberpihakan sungguh-sungguh terhadap peningkatan kehidupan masyarakat asli Papua.
Beberapa kebijakan diantaranya, mengikis prakek-praktek korupsi, sehingga menghadirkan pemerintahan yan bersih.Kehijakan pemberdayaan masyarakat dengan disempurnakan proram Respek menjadi Prospek, kebijakan kesehatan dengan terfasilitasinya lembaga UP2KP serta kebijakan 10 % dana Otsus Papua Provinsi untuk lembaga-lembaga keagamaan dan pemberdayaan kehidupan umat/jemaat.
Semua kebijakan ini telah terformulasikan dengan baik dan dirumuskan dan dituangkan secara tertulis dan legal melalui Perdasus Nomor 25 tahun 2013 tentang pembagian dana Otsus yang bertujuan mengakselerasikan proses pembangunan agar segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat asli Papua sesuai amanat UU Otsus Papua.
Dengan menggandeng beberapa lembaga teknis maupun lembaga non pemerintah, pemerintah provinsi Papua melalui kebijakan ini mendistribusikan sebagaian kewenagan kecil pengelolaan dana Otsus dibawah pimpinan SKPD terkait, seperti contoh LPKP Provinsi Papua sebagai salah satu agen pembangunan yang melekat dan berdampingan dengan Biro Kesra.
Kegiatan sosialisasi dihadiri Penjabat Bupati Nabire yang diwakili Asisten I Setda Kabupaten Nabire, Drs. I Wayan Mintaya, dan peserta sekitar 100 orang dari Sinode/Keuskupan/Wilayah/Daerah dari Kabupaten Paniai, Nabire, Keerom, Yapen dan Waropen.
Selanjutnya LPKP Provinsi Papua yang merupakan lembaga non pemerintah menerima tanggung jawab yang diberikan pemerintah provinsi Papua guna menjalankan pemberdayaan bagi lembaga-lembaga keagamaan Papua dan jemaat/umat Papua yang menyentuh 3 bidang program utama yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi jemaat/umat.
Sosialisasi itu mengusung tema “Memperkuat persepsi dan pemahaman tentang pembangunan yang memberdayakan masyarakat asli Papua dalam koteks Otsus”.
Sementara itu tujuan dari sosialisasi, pertama memberikan informasi serta penjelasan tentang kebijakan pemerintah provinsi Papua melalui Biro Kesra mengenai pembinaan-pembinaan keagamaan. Kedua, menyampaikan penjelasan tentang mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang dikelola oleh lembaga-lembaga keagamaan. Ketiga, memaparkan kebijakan dan program pembangunan masyarakat melalui program Prospek, Gerbang Mas Papua dan lain sebagainya.
Keempat, membagi dan memberikan penjelasan melalui hadirnya LPKP Provinsi Papua, visi, misi serta program kegiatan yang akan dilaksanakan serta posisi sebagai mitra kerja pemerintah provinsi Papua. Kelima, menyampaikan ke publik tetang peran dari lembaga-lembaga keagamaan bukan saja terbatas pada bidang rohani, tetapi juga meliputi pemberdayaan masyarakat. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2