Kabiro Kesra Provinsi Buka Sosialisasi LPKP

NABIRE - Kepala Biro Setda Provinsi Papua Naftali Yogi membuka sosialisasi Lembaga Pemberdayaan Keagamaan Papua (LPKP) Provinsi Papua di Nabre, Sabtu (14/11) di Rumah Makan Rado dengan ditandai pemukulan Tifa.
Dalam sambutannya, Kabiro Kesra Naftali Yogi mengatakan, di dalam dana Otsus, 6 persen diperuntukkan bagi pemberdayaan lembaga keagamaan. Dituturkan Naftali, Gubernur Papua adalah latar belakang orangtuanya seorang pendeta, sehingga tahu bagaimana kehidupan pendeta saat melayani jemaat/umat di daerah-daerah utamanya daerah terpencil.


Untuk memberdayakan umat sangat terbatas. Gereja bertumpuh berkembangnya hanya sebatas kemah. Itupun juga terbatas.
“Ketika melihat kondisi itu, saat terpilih menjadi Gubernur Papua dan Wakil Gubernur juga latarbelakang orangtuanya sebagai pendeta. Wagub tahu persis bagaimana kondisi pendeta dan umat dari sisi ekonomi. Oleh karena itu ada kebijakan keberpihakan yaitu kebijakan pemberdayaan umat di tanah Papua,” ungkapnya.
Terangnya, pemberdayaan umat itu  dengan membuat kebijakan dari Otonomi Khusus menyangkut keuangan, dimana Otsus dari 100 %, 80 % diarahkan/disalurkan ke kabupaten/kota se-Papua, sedangkan yang diserap provinsi hanya 20 %.
Dari 20 % itu, 10 % diperuntukkan untuk pemberdayaan umat di tanah Papua ini. Dari 10 % itu lebih kurang 76 milyard dan 21 milyard diberikan kepada pimpinan kelembagaan keagamaan di Tanah Papua.
“Satu kebijakan yang tidak hanya membantu umat kristiani tetapi juga membantu umat muslim, budha dan hindu, sedangkan 76 milyard diperuntukkan untuk tiga program yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi umat,” terangnya.
Terkait itu, pada 2015 merupakan tahun awal hanya dilaksanakan pelatihan-pelatihan pemberdayaan dari semua gereja di Tanah Papua di tingkat Sinode. Mereka dibawa ke Solo dan bekerjasama dengan sejumlah LSM dan kembali ke Papua membawa berkat untuk memberdayakan umat di Tanah Papua.
Dikatakan Naftali Yogi, LPKP yang telah terbentuk merupakan satu kebijakan, secara operasional di bawah Biro Kesra, bagaimana melakukan mengawasi dan mengavaluasi telah terbentuk satu tim yaitu tim di tingkat SKPD dan bersama-sama dengan LPKP merumuskan program.
Kedepan, bila program ini menyentuh di setiap lembaga keagamaan di Tanah Papua, maka diharapkan dapat ditingkatkan. “Ini merupakan kebijakan keberpihakan yang luar biasa dan kebijakan ini disambut baik oleh semua pimpinan kelembagaan keagamaan di Tanah Papua. 80% dari dana Otsus yang disalurkan ke kabupaten/kota se-Papua dan didalam itu pula tercantum sekitar 6 % dari dana Otsus untuk memberdayakan kelembagaan keagamaan disemua kabupaten/kota,” tandas Naftali.
Semua kembali pada kebijakan Bupati, tambahnya, bagaimana dari 6 % itu mungkin ditambah dengan 4 % (misalnya) dari Dana Alokasi Umum (DAU) itu kembali pada pemberdayaan lembaga keagamaan.
“Gubernur sudah mengarahkan para Bupati/Walikota tanggungjawab bagaimana  mempunyai kebijakan memberdayaan lembaga keagamaan tanpa pandang bulu apakah itu gereja yang dipioritaskan.Bupati harus melihat bahwa sebagai mitra, lembaga-lembaga keagamaan mampu menjabarkan kebijakan-kebijakan pemerintah provinsi Papua,” tuturnya.
Katanya, mulai tahun ini, pimpinan gereja, Sinode akan menerima selain dana Persmani, tetapi juga dari LPKP sesuai program di masing-masing lembaga akan didorong dengan dana yang tadi.
“Kita berharap kedepan jemaat bukan hanya berharap dari derma, tetapi juga dari masing-masing Sinode mempunyai program konkrit yang nantinya ada sumber masukan untuk memperkaya Sinode dari gereja masing-masing,” pungkasnya. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2