Irto K Padang, Terpilih Sebagai Ketua Patelki Nabire

NABIRE - Musyawarah Cabang (Muscab) II Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Indonesia (Patelki) Kabupaten Nabire telah digelar Sabtu (14/11), di Ananias Swimmingpool Nabire. Muscab dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Mulyadi, S.KM yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah daerah. Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris DPW Patelki Papua, IDI Kabupaten Nabire, mahasiswa dari sebuah Keguruan Kesehatan dan sejumlah peserta Muscab II Patelki Nabire.

  
Dalam sambutannya, Mulyadi, mengatakan, bahwa dirinya sangat mendukung dengan adanya Patelki, karena hasil analis laboratorium akan mendukung hasil diagnosa seorang dokter menjadi bagus. Ia pun menegaskan setiap profesional harus taat profesi dan setiap profesi wajib memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) serta Surat Izin Kerja.
Narasumber Sekretaris DPW Patelki Papua, Hamid, M.Si, menyampaikan adapun yang menjadi payung hukum (Dasar Hukum) dari Patelki, pertama Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, keua Permenkes RI Nomor 370/Menkes/SK/III/2007, tentang Tugas Pokok Analis Kesehatan Indonesia. Ketiga, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan, Empat Permenkes RI Nomor 46 Tahun 2013 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan dan Kelima Peraturan Walikota Jayapura Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pendelegasian sebagian kewenangan proses dan penandatanganan Perijinan kepada Kepala Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu kota Jayapura.
Dikatakan Hamid, keberadaan seorang analis kesehatan dalam sebuah Rumah Sakit (RS) atau pelayanan kesehatan lainnya sangat sentral, maka diharapkan analis sebagai profesioanal memiliki minimal Ijazah Pendidikan Diploma 3 (D3).
Dirinya menegaskan untuk setiap profesi yang bersifat pelayanan wajib memilki STR, SIK/SIKAK. “Delapan belas profesi layanan kesehatan, baik Dokter, Bidan, Perawat, Analis dan lainnya semua harus memilki STR dan SIK/SIKAK sebagaimana Permenkes Nomor 42 Tahun 2015, Permenkes ini sudah mulai diterapkan saat ini juga,” tegas Hamid. 
Muscab II Patelki Kabupaten Nabire yang cukup alot ini terselenggara atas dukungan Donatur Saba Indomedika, Keluarga Harbet Pasorong serta Dana iuran anggota, selain membahas berbagai rancangan agenda, Muscab menggelar pemilihan Ketua Patelki Kabupaten Nabire masa bakti 2015-2020. Kandidat yang diajukan dalam sidang terdiri dari 5 orang, yaitu; Iwan Paginta, Pilemon Heipon, Irto K. Padang, Yeni Derek dan Alvi Pali. Pemilihan yang dilakukan secara aklamasi ini akhirnya memilih Irto Kala Padang, Ahli Madya Analis Kesehatan sebagai ketua baru menggantikan Iwan Paginta.
Diwawancara saat coffe break dan disinggung mengenai keterpilihan dirinya sebagai Ketua Patelki, Irto mengatakan, langkah awal yang akan diambil adalah menertibkan organisasi, manajemen dan kode etik. “Kita tidak akan bicara program dulu ya, sebelum menertibkan organisasi,” tandasnya.
Penertiban organisasi dimaksud menurut Irto, meliputi Surat Izin Kerja Analis Kesehatan (SIKAK), KTA, STR baik mereka yang bekerja di pemerintahan maupun swasta. Laboratorium swasta pun harus memiliki izin demi pelayanan kepada publik.
“Menjadi Ketua Patelki merupakan tantangan dan tanggung jawab. Tantangan kedepan dalam meningkatkan kinerja profesi di tengah-tengah arus global yang kian terasa, pencetakan SDM yang mumpuni diharapkan memiliki kemampuan kompetisi, kesadaran serta kepercayaan dari anggota terhadap pengurus pada periode sebelumnya masih minim, menanamkan kepercayaan para anggota Patelki kepada pengurus baru sangat penting demi terwujudnya cita-cita yang diidamkan,” urainya.(mus)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2