Penjabat Bupati Buka Konsultasi Publik Rancangan Blok TWA

NABIRE - Bertempat di Hotel Mahavira Nabire, Senin (16/11) kemarin diselenggarakan kegiatan konsultasi publik dalam rangka membahas rancangan blok Taman Wisata Alam (TWA) Nabire. Kegiatan yang berlangsung sehari ini dibuka oleh Penjabat Bupati Sendius Wonda, yang diwakili Asisten I  Setda  Nabire Drs. I Wayan Mintaya.
Dikatakan penjabat bupati Nabire dalam sambutannya, kekayaan sumber daya alam Papua dikenal memiliki keanekaragaman hayati, yang merupakan bagian dari budaya Papua. Bentang alamnya yang masih alami memberikan hidup dan kehidupan serta melindungi masyarakat dari bencana alam.

   
“Kesemuanya ini merupakan anugerah Tuhan yang perlu kita jaga bersama, baik pemerintah maupun  masyarakat guna mempertahankan potensi dan fungsinya sebagai kawasan hutan konservasi dalam bentuk Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dan Kawasan Suaka Alam (KSA), yang selanjutnya dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sebagai TWA,” terangnya.
Lanjut Asisten I Mintaya, taman wisata alam Nabire merupakan salah satu bentuk KPA, memang sudah lama dibentuk, yakni dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 21/KPTS/UM/1/1980, tanggal 2 Januari 1980, tentang penunjukkan areal hutan seluas kurang lebih 100 hektar dipinggir kota Nabire, namun sampai saat ini belum optimal pengelolaannya, sehingga diperlukan adanya upaya-upaya dalam penataan dan pengelolaannya.
Ditambahkan, kegiatan ini memiliki arti penting, sebab merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilaksanakan oleh BBKSDA Papua dengan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat adat pada tanggal 11 November 2014, yang menghasilkan suatu rumusan yang mewajibkan kepada BBKSDA Papua untuk menyusun Rancangan Blok TWA sesuai dengan fungsi dan manfaat kawasan tersebut.
“Saya harapkan kepada kita semua, terutama para peserta sekalian, agar proaktif dalam mengikuti kegiatan konsultasi publik ini,  kiranya dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kesepahaman sebagai suatu rumusan yang bermanfaat bagi kita semua, yakni rumusan yang mempertimbangkan berbagai aspek, serta mendapatlan pembagian Blok TWA yang sesuai dengan peruntukannya dan sesuai dengan pertimbangan aspirasi masyarakat,” ungkapnya
Melalui kegiatan ini, perlu saya sampaikan kata asisten I, untuk pengelolaan dan pengembangan taman wisala alam di daerah ini, tidak cukup hanya memetakan potensi dan menawarkan obyek daya tarik wisata yang ada, namun perlu sinkronisasi kebijakan dan program dari semua pihak secara nyata di lapangan, bagaimana perencanan serta pengelolaannya secara terpadu.
Seraya menambahkan, mari kita satukan hati dan pikiran kita dalam mensukseskan kegiatan ini, dengan lebih mempererat hubungan dan kebersamaan dalam menjaga dan memelihara situasi daerah ini agar tetap kondusif, agar semua agenda pemerintan dan pembangunan dapat berjalan dengan baik, lebih khusus dalam mensukseskan pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire  9 Desember 2015 mendatang. (modes)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2