Gapeknas Selenggarakan Pelatihan Mandor Tukang Kayu

NABIRE - Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Kabupaten Nabire, Senin (16/11) di Hotel Gets menyelenggarakan pelatihan mandor tukang kayu. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire, Joko Sungkono.
Dalam laporannya, ketua panitia penyelenggara menerangkan, maksud dan tujuan pelatihan itu, untuk menyiapkan para tenaga lapangan dalam menghadapi era globalisasi yang sudah mulai diterapkan khususnya bidang jasa kontruksi. Menyiapkan pelaksana yang mempunyai kompetensi sesuai bidang-bidang yang dikuasi dan memenuhi kebutuhan pasar global khususnya bidang jasa kontruksi.


Kegiatan akan dilangsungkan selama tiga hari, mulai tanggal 16-18 November 2015 di Hotel Getz Nabire. Peserta pelatihan berjumlah 40 orang yang mewakili beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Nabire.
Pembiayaan pelatihan berasal dari bantuan balai pelatihan kontruksi wilayah VII Papua dan swadaya peserta yang dihimpun oleh DPD Gapeknas Kabupaten Nabire. Narasumber sepenuhnya dari balai pelatihan kontruksi Provinsi Papua dan lembaga pengembangan jasa kontruksi.
*Gapeknas Harus Mandiri dan Profesional
Sementara itu, Ketua DPD Gapeknas Kabupaten Nabire, Ir. Wahyu Budi Santoso, MM, dalam sambutanya mengatakan, Gapeknas Kabupaten Nabire sebagai mitra pemerintah daerah di bidang jasa kontruksi harus lebih mandiri dan professional, sehingga dapat memberikan suatu dorogan moril kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota Gapeknas agar lebih mengoptimakan dalam menjalankan roda organisasi.
Disamping itu, terus berkembang baik membangun sumber daya manusia dan membangun usahanya lebih professional dan berdaya saing tinggi sehingga Gapeknas dapat memposisikan dan mensejajarkan dengan asosiasi-asosiasi serupa yang telah ada di Kabupaten Nabire.
Menurut Wahyu Budi, untuk menggapai harapan itu, segala potensi yang dimiliki oleh seluruh anggota Gapeknas Kabupaten Nabire harus dioptimalkan dan dikembangkan dengan sungguh-sungguh sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat khususnya Kabupaten Nabire dan umumnya yang ada di Tanah Papua.
Dikatakan Wahyu, perlu disadari bahwa laju pertumbuhan pembangunan di Kabupaten Nabire terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Seiring dengan kemajuan itu akan banyak kendala-kendala yang akan dihadapi.
“Gapeknas Kabupaten Nabire sebagai ujung tombak pelaku pembangunan di lapangan khususnya di bidang jasa kontruksi harus mulai berbenah diri seiring dengan adanya percepatan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia dan telah diberlakukannya pelelangan melalui media elektroik,” terangnya
Ketua Gapeknas Nabire menghimbau seluruh anggotanya, mau tidak mau, suka tidak suka, mulai saat ini segala sesuatu, diantaranya kesiapan sumber daya manusia yang akan digunakan oleh perusahaan.
“Mulai sekarang kita harus menyiapkan diri untuk segera mendaftarkan perusahaannya melalui LPSE Provinsi Papua sehingga dapat melakukan pelelangan secara elektronik baik kegiatan yang didanai APBD mapun APBN,” tuturnya.
“Kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah Kabupaten Nabire untuk mengerjakan kegiatan-kegiatan di bidang jasa kontruksi merupakan kepedulian kepada anggota Gapeknas untuk selalu berkompetisi secara sehat sesuai denan profesi di bidang masing-masing,” imbuhnya.
Wahyu Budi Santoso mengharapkan, dengan pelatihan itu akan memberikan kekuatan pada kesiapan anggota Gapeknas Kabupaten Nabire dituntut lebih meningkatkan usahanya secara professional mandiri dan bertanggung jawab, sehingga dalam berkarya dan berkompetisi dalam menghadapi era globalisasi dan era pasar bebas. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2