Warga Sulut dan K3M Tidak Dukung Kandidat Tertentu

NABIRE – Menanggapi pemberitaan media ini edisi 16 November 2015 dengan judul ‘Tim Relawan Sulut dan Halmahera Nyatakan Dukung ‘DEKAT’, ditanggapi pihak dan perwakilan masyarakat Sulawesi Utara yang berdomisili di Kabupaten Nabire, bahwa tidak semua masyarakat Sulut mendukung salah satu kandidat pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Nabire atau berpolitik praktis seperti diberitakan tersebut.
Hal ini seperti dijelaskan, Ketua II Kerukunan Keluarga Kawanua Minahasa (K3M), Handri Pateh, kepada media ini Kamis (19/11) kemarin.  
Dijelaskan Handri, sekaligus sebagai bahan klarifikasi, tidak ada atau tidak benar bila disebutkan atau dikatakan ada keluarga besar kerukunan Sulut di Nabire atau di daerah lain, yang ada adalah K3M, yang jelas dan memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Dan K3M adalah organisasi kemasyarakatan, bukan organisasi politik dan tentunya tidak berpolitik praktis. “Ketika adapun itu bukan nama kerukunan melainkan pribadi-pribadi ataupun oknum saja,” tegasnya.
Kami, tambahnya, perlu meluruskan disini dan ingin memberikan penjelasan soal sebutan kerukunan atau keluarga besar Sulut. Jangan menyebutkan kerukunan Sulut, karena kalau berbicara menyangkut Sulut itu berarti sangat luas. Di Sulut banyak kabupaten dan kota, secara khusus berbicara skup Sulut secara luas, itu berarti berbicara secara keseluruhan, bukan hanya masyarakat Sanger Talaud, seperti yang dikomentari Jusnaydi Pontoh, yang mengaku sebagai ketua relawan kerukunan keluarga besar Sulut dan Halmahera.
Untuk itu, hal ini harus diklarifikasi, apalagi menyangkut masalah politik. Dan perlu dipahami, yang namanya kerukunan keluarga besar berarti berbicara menyangkut banyak orang, jadi kami berpikir ketika ada pihak yang berbicara menyangkut dukung mendukung dalam politik itu mungkin sekelompok masyarakat saja atau pribadi-pribadi, tidak secara umum.
“Kalau berbicara menyangkut kerukunan atau keluarga besar Sulut, itulah kami. Dan kami juga merasa tidak pernah merasa diundang ataupun membicarakan (berbicara) menyangkut dukung mendukung dalam politik Pilkada Nabire. Termasuk dengan pasangan kandidat tertentu. Hak politik masyarakat itu berbeda-beda, kita kembalikan ke pribadi masing-masing,” terangnya.
Diakhir komentarnya, Handri menambahkan, Kerukunan Keluarga Kawanua Minahasa atau disingkay K3M, itu terdiri dari 7 kabupaten, diantaranya Kota Bitung, Minahasa Utara, Minahasa, Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. Jadi kalau berbicara Sulut, ya kami inilah orang Kawanua Minahasa. Dan kerukunan kita disebut Kerukunan Keluarga Kawanua Minahasa disingkat K3M cabang Kabupaten Nabire. K3M, terstruktur dari tingkat provinsi sampai kabupaten. 
“Jangan menyebutkan Keluarga Besar Kerukunan Sulut, karena kerukunan Sulut tidak ada, yang ada sub-sub. Dan di Sulut terbagi atas 4 sub besar kerukunan, salah satunya K3M. Dan kami inilah yang paling besar kerukunan di Provinsi Sulut, karena mencangkup 7 kabupaten/kota di Sulawesi Utara,” imbuhnya.(wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2